Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Iptek Dikti, Ali Ghufron Mukti (Foto: Ist)
Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Iptek Dikti, Ali Ghufron Mukti (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM – Dilansir dari halaman resmi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti) melalui Direktorat Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) berkomitmen meningkatkan jumlah tenaga pendidik atau dosen serta ilmuwan yang kompetitif di masa depan.

Hal ini dilakukan melalui sejumlah skema beasiswa pascasarjana (S-2 dan S-3), baik di universitas dalam negeri maupun luar negeri, Jakarta (5/6).

Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Iptek Dikti, Ali Ghufron Mukti dalam konferensi pers di kantor kemenristek dikti mengatakan sebanyak tiga beasiswa yang diluncurkan, yakni Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN), Beasiswa Afirmasi untuk Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB), dan Beasiswa Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU).

Adapun kuota yang disediakan yakni 1.000 penerima untuk BPP-DN, 150 penerima beasiswa Afirmasi PTNB, dan 250 beasiswa PMDSU. Pendaftaran beasiswa tersebut telah dibuka mulai 5 juni sampai dengan 30 Juni 2017.

Khusus untuk beasiswa PMDSU. Ghufron akan diberikan kepada fresh graduate yang memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang doktor dengan masa pendidikan selama empat tahun. Program sarjana unggul ini dituntut menghasilkan minimal dua publikasi hasil riset di jurnal internasional.

Untuk pendaftaran beasiswa ini, silahkan masuk di sini.


*Wahyudin