Tim Robot UNM saat melakukan sesi berfoto bersama di di Convention Hall Universitas Telkom Bandung, Sabtu (20/5) - (Foto: Ist)
Tim Robot UNM saat melakukan sesi berfoto bersama di di Convention Hall Universitas Telkom Bandung, Sabtu (20/5) – (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UNM tergabung dalam Tim Robot UNM melaju ke babak semifinal dengan tiga kategori robot, yakni Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Berkaki, Kontes Robot ABU-ROBOCON Indonesia (KRAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI). Kegiatan yang berlangsung di Convention Hall Universitas Telkom Bandung 18 hingga 20 Mei 2017.

Ketua Tim Robot UNM Kategori KRPAI Berkaki, Sabrang menyebut bahwa kegiatan tersebut dianggap sangat kompetitif mengingat KRI 2017 Regional II diikuti oleh 22 tim KRAI,
30 tim KRPAI, 12 tim KRSTI, dan 16 tim KRSBI. Namun, pihaknya berhasil lolos hingga dapat ke babak semifinal.

“Kami bersyukur dapat diundang untuk mengikuti lomba mengingat ini adalah lomba yang sangat kompetitif karena harus melalui beberapa seleksi,” katanya.

Lanjut, mahasiswa Fakultas Teknik (FT) ini pun memberikan ucapan terima kasih kepada dukungan yang telah diberikan kepadanya. Pihak universitas selalu memberikan support sehingga tim robot UNM mengalami beberapa kemajuan untuk tahun ini.

“Kami didukung penuh anggaran dan motivasi oleh kemahasiswaan baik tingkat fakultas maupun universitas sehingga kami selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi almamater
dan robot kita sudah mulai memperlihatkan kemajuannya secara teknis” tutupnya.

Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FT UNM Bakhrani Rauf menyatakan dukungan dan apresiasi bagi mahasiswa yang berhasil mengikuti kegiatan dari Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) ini. “Kemahasiswaan FT UNM sangat mengapresiasi adik-adik mahasiswa yang diundang untuk berkompetisi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kontes Robot Indonesia (KRI) merupakan kegiatan tahunan Kementerian Riset Teknologi dan PendidikanTinggi (Kemenristekdikti) dibawah koordinasi Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Robot tersebut telah dipersiapkan selama 3 bulan dengan mengikuti seleksi administrasi sebagai robot layak kompetisi yang juga diikuti 37 universitas di Indonesia. Selain itu, tim Robotron UNM dari Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika juga mengikuti kegiatan ini dan lolos hingga babak perempat final.


*Reporter: Nurul Atika