Pembantu Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan (PR II), Dekan Fakultas Teknik, Dekan Fakultas Matematika dan IPA, serta Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra terlihat sedang mengawasi parkiran lokasi ujian SBMPTN 2017 untuk mencegah pemalakan dari oknum yang tidak bertanggungjawab. (Foto: Ami-Profesi)
Pembantu Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan (PR II), Dekan Fakultas Teknik, Dekan Fakultas Matematika dan IPA (kemeja biru), serta Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra (jas kuning) terlihat sedang mengawasi parkiran lokasi ujian SBMPTN 2017 untuk mencegah pemalakan dari oknum yang tidak bertanggungjawab. (Foto: Ami-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Pimpinan Universitas Negeri Makassar (UNM) turut mengawasi lokasi pemarkiran kendaraan di area kampus Gungsari, Selasa, (16/7). Aksi tersebut di lakukan untuk mengantisipasi terjadinya tindak semena-mena yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap calon mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang melakukan registrasi ondesk.

Tampak Pembantu Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan, Kartajayadi bersama Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra, Syarifuddin Dolla menyisir jalan sekitar Auditorium Amannagappa. Sementara Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Abdul Rahman beserta Dekan Fakultas Teknik (FT) Muhammad Yahya memantau di depan Wall Sintalaras, tepatnya akses keluar masuk kampus Gunungsari.

Dekan FMIPA, Abdul Rahman mengatakan, hadirnya pimpinan di tempat ini hanya untuk melihat bagaimana kondisi usai Registrasi SNMPTN. Ia mengaku telah mendapati mahasiswa yang modus membantu mengurusi motor yang terparkir, setelah itu meminta upah dari pemilik kendaraan.

“Tadi ada yang dimarahi sama Dekan Teknik karena meminta uang dari peserta SNMPTN. Kan kesannya jelek kalau begitu,” katanya.

Guru besar matematika ini menambahkan, kasus seperti itu dapat merusak nama kampus. Ia bersama pimpinan lainnya merencanakan untuk mensterilkan kampus dari mahasiswa dan memperbaiki tatanan parkir sebelum berlangsungnya tahap wawancara nanti.

“Selanjutnya hanya peserta yang berkepentingan boleh masuk, pengaturan parkir juga akan ditertibkan supaya tidak semrawut,” tambahnya. (*)

*Reporter: St Aminah