Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi menuntut adanya pendidikan gratis di di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (2/5) - (Foto: Muh. Agung Eka S - Profesi)
Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi menuntut adanya pendidikan gratis di di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (2/5) – (Foto: Muh. Agung Eka S – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi menuntut adanya pendidikan gratis. Aksi ini digelar dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) berlangsung di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (2/5).

Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) UNM, M. Yunasri Ridho mengatakan, mahasiswa yang ikut gabung dalam aksi ini meminta tidak ada komersialisasi pendidikan. Mereka ingin semua biaya pendidikan di setiap institusi tersebut gratis. Terlebih lagi, Undang-Undang Perguruan Tinggi (UUPT) yang ada saat ini dinilai memberatkan mahasiswa.

“Gratiskan biaya pendidikan mulai dari SD sampai perguruan tinggi, seperti perguruan tinggi itu tolak UUPT dan jangan rampas hak kami, bebaskan kami untuk berkegiatan malam di kampus. Maunya UKT itu diganti kembali menjadi SPP,” katanya.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Syainal turut mengatakan hal yang sama. Menurutnya, prioritas utama yang harus disoroti ialah UPPT. Sebab, hal tersebut menjadi alasan mahalnya pendidikan hingga kini utamanya di perguruan tinggi.

“Yang pertama kami ingin UUPT itu dicabut, kalau tidak bisa yah setidaknya diubah agar tidak memberatkan kami, ini sebagai langkah awal,” ujar mahasiswa angkatan 2013 ini.

Aksi ini sendiri diikuti oleh berbagai perguruan tinggi, diantaranya, Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Islam Makassar (UIM), Universitas Fajar (Unifa), Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin. Universitas Indonesia Timur (UIT), Universitas Bosowa (Unibos), dan lainnya.


*Reporter: Masturi