Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KEMA) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Psikologi Idea (Psyidea) 2017 yang dibuka di Pelataran Menara Pinisi - (Foto: Masturi - Profesi)
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KEMA) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Psikologi Idea (Psyidea) 2017 yang dibuka di Pelataran Menara Pinisi – (Foto: Masturi – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Sebanyak 14 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Psikologi Idea (Psyidea) 2017. Kegiatan┬átersebut dibuka di Pelataran Menara Pinisi dan digelar sejak tangal 21 April hingga 28 April mendatang.

Ketua Panitia, Novadri Prasetyo membenarkan hal tersebut. 14 perguruan tinggi tersebut diantaranya, Universitas
Negeri Makassar (UNM), Universitas Todalako (UNTAD), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Bosowa
(Unibos), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Atmajaya, Universitas Brawijaya (Unibra), Universitas
Negri Semarang (UNNES), Universitas Islam Negeri Makassar (UINAM), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yapika
Makassar (STIK YAPMA), Universitas Setia Budi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sekolah Tinggi Teknik- PLN Jakarta (STT-PLNJ), Universitas Negri sebelas Maret (UNS).

“Total peserta 110 orang dan ada sekitar 14 universitas yang berpartisipasi dalam Psidea,” ujarnya.

Lanjut, ia menjelaskan, mereka yang ikut akan bertanding dalam lima item lomba. Seperti, lomba esai, lomba fotografi, lomba futsal, lomba poster, dan debat.

Persiapan pun dimulai beberapa bulan yang lalu dengan jumlah panitia yang melibatkan sebanyak 50 panitia pelaksana. “Persiapan yang dilakukan cukup panjang, semoga dengan kegiatan ini bisa menjalin hubungan baik antara mahasiswa Psikologi UNM dengan mahasiswa dari universitas lain,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden BEM KEMA FPsi, Asmar Tahirman menjelaskan, tujuan Psyidea ialah untuk mengkampanyekan gerakan anti kekerasan terhadap mahasiswa. Pasalnya, saat ini sudah banyak terjadi kasus kekerasan kepada anak. “Tahun ini memilik kekerasan terhadap anak karena lagi marak belakangan ini,” tuturnya. (*)


*Reporter: Karmila