Tahun ini, SM3T hanya akan menerima 1000 tenaga kependidikan untuk mengabdi. (Foto: Int)
Tenaga kependidikan untuk program  SM3T –  (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM – Tetap dibukanya program sarjana mengajar di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (SM3T) menjadi salah satu momen paling menarik perhatian pembaca Profesi Online sepanjang Minggu ini, (22/4). Pasalnya, akhir-akhir ini beredar informasi bahwa program tersebut bakal diberhentikan.

Namun, ini hanya merupakan sebatas wacana. Hal tersebut disampaikan Direktur Unit Pelaksana Teknis (UPT) Program Pengembangan Profesi Guru (P3G) Universitas Negeri Makassar (UNM), Ramli Umar.

(Baca juga: Dikabarkan Disetop, Program SM3T Tetap Dibuka)

Ia mengatakan, bahwa program ini akan tetap berjalan. “Itu hanya masih sebatas pemikiran-pemikiran, program SM3T akan tetap berjalan,” ujarnya.

Artikel lain yang menarik minat pembaca Profesi Online adalah peristiwa oknum mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi) UNM, Anton yang membunuh rekannya sendiri lantaran pertanyaannya tak ditanggapi oleh temannya tersebut.

Setelah diperiksa oleh Polisi Resor (Polres) Gowa, ia pun ditetapkan menjadi tersangka. Kepala Satuan Unit Reserse Mobil (Kasat Resmob) Polres Gowa, Iptu Paulus Malelak membenarkan perihal tersebut. Ia menjelaskan setelah ada proses interogasi, tersangka mengakui perbuatannya.

(Baca juga: Mahasiswa Psikologi UNM Bunuh Rekannya)

“Setelah diproses, akhirnya Anto mengaku bahwa benar ia yang menikam Iksan,” jelasnya.

Hingga saat ini, dua berita tersebut masih menjadi terpopuler dan memiliki pembaca terbanyak. (*)


*Muh. Agung Eka S