Pentas tahunan LenterA FBS UNM bertajuk masa lalu yang digelar di Gedung Kesenian Sulsel, Sabtu (15/4). (Foto: St. Nurhaliza-Profesi)
Pentas tahunan LenterA FBS UNM bertajuk masa lalu yang digelar di Gedung Kesenian Sulsel, Sabtu (15/4). (Foto: St. Nurhaliza-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – LenterA Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) kritik penggunaan internet melalui pentas tahunan. Pentas tahunan yang mengusung tema Fusion ini digelar di gedung kesenian Sulawesi Selatan, Sabtu, (15/04).

Teater yang berjudul “kabar dari burung” ini menceritakan sosok Winarni yang percaya kabar burung yang belum pasti kebenarannya. Kabar burung menggambarkan media sosial saat ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh sutradara, Nirwana Wahyu Aprianti. Menurutnya, media sosial saat ini banyak di salah.

“Teatrikal ini menceritakan tentang seorang istri yang mendapat sebuah pesan dari suaminya melalui kabar burung, burung disini diumpamakan sebagai media sosial,” ungkapnya

Ia juga menambahkan teatrikal ini mengandung pesan agar kita tidak langsung menerima berita yang tersebar di media sosial tanpa memastikan kebenarannya.

“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa tidak semua pesan yang ada di media sosial itu benar, jadi kita harus memastikan kebenarannya dulu,” tambahnya. (*)

*Reporter: Siti Nurhaliza