Kampus UNM Parangtambung kembali pecah pasca penyerang orang tak dikenal, Senin malam (10/4). Diketahui, aksi lempar batu disertai ledakan terjadi diantara area FBS dan FT UNM (11/4). (Foto: Nurul Charismawaty-Profesi)
Kampus UNM Parangtambung kembali pecah pasca penyerang orang tak dikenal, Senin malam (10/4). Diketahui, aksi lempar batu disertai ledakan terjadi diantara area FBS dan FT UNM (11/4). (Foto: Nurul Charismawaty-Profesi)

PROFESI-UNM.COM  – Sebanyak empat mahasiswa menjadi korban dalam bentrok yang terjadi di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM). Insiden ini merupakan imbas dari bentrok yang terjadi di sektor kampus Parangtambung, Selasa (11/4).

Keempat korban tersebut merupakan mahasiswa dari Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) dan Fakultas Teknik (FT).
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tamalate, Amri AT menerangkan, keempat korban tersebut terluka akibat terkena lemparan batu maupun busur saat tawuran yang dilakukan oleh dua kubu yang berbeda.
“Sebelumnya, satu regu personil BKO Brimob yang ditempatkan di kampus UNM mencoba membubarkan tawuran tersebut dengan melepaskan tembakan gas air mata. Namun bentrok tetap berlangsung dengan lemparan batu dan busur. Hingga anggota kepolisian sektor Tamalate dibantu personil Brimob kembali melerai dan bentrok pun dapat dihentikan,” jelasnya.
Amri menambahkan,  keempat korban tersebut kini di rawat di dua  rumah sakit yang berbeda di Makassar. “Tiga korban dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Sisanya dirawat di Rumah Sakit Haji,” ujarnya.
Sementara itu, beberapa aparat kepolisian sektor Tamalate diturunkan untuk menjaga kamanan di sektor kampus Parangtambung agar kembali kondusif. “Sampai saat ini anggota kepolisian masih berjaga. Situasi aman dan kondusif, ” katanya. (*)
*Reporter: Ratna