Aparat polisi saat mengamankan bentrok di kampus UNM Sektor Parangtambung, Senin (13/3) - (Foto: PR4 - Profesi)
Aparat polisi saat mengamankan bentrok di kampus UNM Sektor Parangtambung, Senin (13/3) - (Foto: PR4 - Profesi)
Aparat polisi saat mengamankan bentrok di kampus UNM Sektor Parangtambung, Senin (13/3) – (Foto: PR4 – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Ketua Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Universitas Negeri Makassar (UNM), Ibrahim menyarankan pencegahan bentrok melalui pembelajaran di kampus. Menurutnya, konsep tersebut dapat menangani kejadian yang selama ini terjadi di kampus sektor Parangtambung.

(Baca juga: Bentrokan dalam Kampus, Dua Kelompok Saling Lempar Batu)

Ia menjelaskan bentrok yang terjadi selama ini lantaran kurangnya pemahaman sivitas terkait bahaya bentrok. Ia menilai cara yang dilakukan birokrasi selama ini tidak memberikan dampak bagi mereka.

“Bentrok yang kemarin, bisa diselesaikan dengan upaya preventif, mencegah lebih baik daripada mengobati,” katanya saat ditemui di ruangannya, Selasa (14/3).

Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan ini menambahkan, pihak birokrasi perlu mengkaji ulang kebijakan yang diterapkan untuk mencegah bentrok. Inovasi perlu dilakukan agar kejadian ini tidak berlarut-larut.

“Mahasiswa yang sudah lama dikampus, secepatnya diselesaikan karena bentrok terjadi dipicu oleh senior yang sudah lama dikampus,” ujarnya.

Terakhir, ia menganggap, selama ini senior di kampus menjadi penyebab terjadinya bentrok. Pasalnya, mereka memberikan pengaruh yang buruk bagi mahasiswa lainnya.

“Harus memutus rantai kesenioran.Komitmen juga diperlukan dari semua pihak untuk mencegah hal ini,” tambahnya.

Sebelumnya, bentrok telah terjadi di kampus UNM Sektor Parangtambung kemarin, Senin (13/3). (*)


*Reporter: Wahyudin