Meski diguyur hujan, Lembaga Seni Bengkel Sastra Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Uiversitas Negeri Makassar (UNM) tetap menggelar pentas sosialisasi. Pentas tersebut sebagai rangkaian dari proses perekrutan anggota baru Bengkel Sastra VII. (Foto: Dewi Ulfah-Profesi)
Meski diguyur hujan, Lembaga Seni Bengkel Sastra Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Uiversitas Negeri Makassar (UNM) tetap menggelar pentas sosialisasi. Pentas tersebut sebagai rangkaian dari proses perekrutan anggota baru Bengkel Sastra VII. (Foto: Dewi Ulfah-Profesi)
Meski diguyur hujan, Lembaga Seni Bengkel Sastra Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Uiversitas Negeri Makassar (UNM) tetap menggelar pentas sosialisasi. Pentas tersebut sebagai rangkaian dari proses perekrutan anggota baru Bengkel Sastra VII. (Foto: Dewi Ulfah-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Lembaga Seni Bengkel Sastra (Bestra) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) gelar pentas sosialisasi penerimaan anggota baru Bestra FBS yang dilaksanakan di Pelataran Gedung DG FBS, Selasa (7/3). Meski diguyur hujan, pementasan yang berlangsung sekitar 10 menit tersebut cukup menarik perhatian Mahasiswa FBS yang seketika merapat ke lokasi pementasan.

Kepala Kampung Bestra, Al Qadri menuturkan meskipun sedang hujan, Bestra tetap melakukan pementasan yang merupakan puncak sosialisasi dari Ta’aruf Alam ke XVII. “Pementasan tetap dilakukan meski hujan-hujan karena hari ini adalah puncak sosialisasi yang ditetapkan oleh paniti Ta’aruf Alam XVII,” tututnya.

Al Qadri menjelaskan, pementasan sosialisasi tersebut mengangkat spirit dari tema “Diaspora para karaeng” yang kemudian dibentuk dalam sebuah teatrikal.

“Jadi disini dari kata diaspora berarti penyebaran dan para karaeng iyalah raja-raja artinya kami akan mencari calon calon raja yang selanjutnya eksistensi dan kemampuan intra dan extra akan diasah hingga menjadi orang orang yang diagungkan,” jelasnya. (*)


*Reporter: Nurul Charismawaty S

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0