Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto saat menjadi pembicara dalam Talkshow Pendidikan di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Kamis (2/3 – (Foto: Masturi – Profesi)
Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto saat menjadi pembicara dalam Talkshow Pendidikan di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Kamis (2/3 – (Foto: Masturi – Profesi)
Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto saat menjadi pembicara dalam Talkshow Pendidikan di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Kamis (2/3 – (Foto: Masturi – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Banyaknya tindak kejahatan di Kota Makassar dewasa ini disebabkan gagalnya keluarga dalam mendidik buah hatinya. Hal tersebut dilontarkan oleh Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto saat menjadi pembicara pada talkshow Pendidikan yang dihelat di Ruang Teater Lt 3 Menara Pinisi, Kamis (2/3).

“Kegagalan pendidikan dalam rumah tangga faktor terbesar banyaknya pelaku begal. Orangtua kurang menanamkan nilai moral terhadap anaknya,” tegasnya.

Bahkan ia mengaku bahwa dirinya pernah menemui kasus orangtua yang berusaha mendiamkan anaknya yang rewel melalui perilaku yang tak terdidik. Salah satunya memberikan lem untuk dikonsumsi agar terlihat tenang.

“Pembiasan perilaku negatif dari keluarga akan terus berlanjut. Untuk itu orangtua yang kekurangan Pendidikan baik formal maupun non formal perlu diberi pemahaman agar mengerti mengasuh anak sesungguhnya,” ujarnya.

Lelaki yang kerap disapa Dani ini menambahkan, pemerintah kota telah bersinergi dengan pihak kepolisian untuk memberantas pembegal yang tak kenal usia dan waktu ini. Menurutnya, pihak keamanan sudah sangat luAr biasa menangani kasus ini. Ditambah lagi akan ada program baru yang sedang diusung untuk mengawasi pengguna jalan yang akan meluncurkan misi jahatnya.

“Menyoal sapu bersih begal tak ada daerah atau kota yang terbebas dari kejahatan itu. Olehnya kerja sama antar pemerintah kota,kepolisian dan juga masyarakat sangat berpengaruh. Jika terjadi masalah segera hubungi 112, jika tidak melapor maka anda orang yang sedang menunggu untuk dibegal,” ketusnya. (*)


*Reporter: St Aminah