Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy membawakan Seminar Nasional Pendidikan di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Jumat (20/1) - (Foto: Muh. Agung Eka S - Profesi)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy membawakan Seminar Nasional Pendidikan di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Jumat (20/1) - (Foto: Muh. Agung Eka S - Profesi)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy membawakan Seminar Nasional Pendidikan di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Jumat (20/1) – (Foto: Muh. Agung Eka S – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Republik Indonesia (RI), Muhadjir Efendi menganggap cara¬†mengajar guru saat ini masih ketinggalaan jauh dari negara maju.Hal ini disampaikan saat berpidato pada seminar nasional dengan tema “Membangun SDM yang unggul dengan pendidikan yang berkualitas dan bermartabat” di Ruang Teater Lt. 3 Menara Pinisi, Jum’at (20/1).

“Kebanyakan sekolah di negara kita sudah selesai jam sepuluh, dan berganti dengan siswa yang masuk siang. Kalau ini terus di pertahankan jangan harap pendidikan kita maju,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menilai pendidikan negara Finlandia belum bisa di sejajarkan dengan Indonesia. Menurutnya, banyak hal yang perlu dalam dunia pendidikan, salah satunya peningkatan kualitas guru.

“Bagaimana Finlandia tidak maju rasio siswa dan sekolah kita sangat jauh berbeda. Di sana biar camat saja menurus juga bisa. Siswa kita sekarang berjumlah 50 juta dan sekolah hanya 25 ribu lebih,”nilainya.

Untuk itu, Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini membuat kebijakan yakni, guru harus berada di sekolah selama delapan jam. Tujuannya untuk memberikan pengalaman pendidikan yang bermutu bagi pelajar.

“Itu salah satu cara dari berbagai program yang di jalankan sekarang. Pihak kami juga berusaha memperbaiki sistem. Satu ¬†yang saya minta komitmen dari para guru untuk mencerdaskan anak-anak Indonesia,” tutupnya. (*)


*Reporter: Resa Saputra