Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy membawakan Seminar Nasional Pendidikan di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Jumat (20/1) - (Foto: Muh. Agung Eka S - Profesi)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy membawakan Seminar Nasional Pendidikan di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Jumat (20/1) - (Foto: Muh. Agung Eka S - Profesi)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy membawakan Seminar Nasional Pendidikan di Ruang Teater Lt.3 Menara Pinisi, Jumat (20/1) – (Foto: Muh. Agung Eka S – Profesi)

PROFESI-UNM.COM РMenteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia (RI), Muhadjir Effendy mengaku sering ditegur pemerintah karena membuat kebijakan yang dianggap tidak tepat di dunia pendidikan. Hal ini disampaikannya saat membawakan Seminar Nasional Pendidikan di Ruang Teater Lt. 3 Menara Pinisi, Jumat (20/1).

“Kemarin saya di buat kebijakan soal ujian nasional. Langsung ditentang oleh Wakil Presiden pak Jusuf Kalla. Moratoriumnnya langsung di tunda,”katanya.

Padahal, menurutnya kebijakan itu sudah dikaji dan disesuaikan dengan kebutuhan dan postur sekolah yang ada di Indonesia. Bahkan, ia sering dianggap sebagai menteri yang tidak miliki tujuan.

“Tapi kembali lagi sebagai pembantu Presiden saya harus patuh. Terpenting saya akan memberi yang terbaik untuk pendidikan Indonesia,” tambahnya

Mantan Rektor Universitas Muhammadiya Malang ini berharap guru yang ada di Indonesia mesti meningkatkan kualitas. Ia juga siap menyediakan pelatihan untuk mencetak guru profesional.

“Kami selalu adakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan guru. Bahkan guru pun kita sekolahkan. Saya harap dengan ini kemampuan mereka dapat diaplikasikan kemuridnya,” harapnya. (*)


*Reporter: Resa Saputra