Salah satu mahasiswa sedang melakukan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) di stand Bank Rakyat Indonesia di kampus UNM sektor gunungsari. (Foto: Dok. Profesi)
Salah satu mahasiswa  sedang melakukan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) di stand Bank Rakyat Indonesia di kampus UNM sektor gunungsari. (Foto: Dok. Profesi)
Salah satu mahasiswa sedang melakukan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) di stand Bank Rakyat Indonesia di kampus UNM sektor gunungsari. (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menilai pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester genap terlalu cepat. Pasalnya, banyak dari mereka yang masih mengikuti perkuliahan semester ganjil dan belum selesai.

Salah satu mahasiswa, Sri Bintang Wardani mengeluhkan hal tersebut. Ia mengaku, masih banyak mata kuliahnya di semester ganjil yang belum selesai.

“Mata kuliah saja masih ada yang belum selesai bahkan belum final na membayar mi lagi orang,” ujarnya dalam laman LPM Profesi, Jumat (6/13).

Nurhidayanti turut mengatakan hal yang sama. Mahasiswa Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran FIS ini menilai birokrasi tak menyesuaikan dengan kalender akademik yang ditetapkan.

“Betul-betul mengejar dana ujung-ujungnya tidak mengikut dengan kalender pendidikan pelaksanaan akademiknya,” ujarnya.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Riswandi Haris mengatakan, pembayaran semestinya dibuka setelah kegiatan akademik berakhir. Sehingga, mahasiswa dapat mempersiapan dana mereka.

“Kalau memang tidak sesuai, terpaksa kita keliling-keliling cari ini uang pembayaran,” tuturnya. (*)


*Reporter: Muh. Agung Eka S

Share and Enjoy !

0Shares
0 0