Lemabaga Kemahasiswaan (LK) UPP PGSD Bone FIP UNM - (Foto: Muh. Agung Eka - Profesi)
Lemabaga Kemahasiswaan (LK) UPP PGSD Bone FIP UNM - (Foto: Muh. Agung Eka - Profesi)
Lemabaga Kemahasiswaan (LK) UPP PGSD Bone FIP UNM – (Foto: Muh. Agung Eka – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Lembaga Kemahasiswaan (LK) Unit Pelaksana Program (UPP) Pendidikan Guru
Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengaku sulit
mendapat dana dari birokrasi. Terkhusus ketika ingin melakukan sebuah kegiatan.

Ketua Umum Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) To Manurung, Rahmat mengaku tak pernah mendapat dana
kemahasiswaan lantaran pengurusan yang terbilang ribet. Bahkan, ia kerap kali mengajukan dana dengan
memperlihatkan proposal kegiatan namun tidak direspon baik oleh pihak UPP PGSD Bone.

“Sama sekali kita tidak pernah pakai dana dari birokrasi, kalau mau urus katanya harus ke FIP yang di
Makassar,”ujarnya.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa (Hima) PGSD Bone, Ahmad Radinal Darwis turut berkomentar. Ia menceritakan, birokrasi pernah menjanjikan mereka sejumlah dana untuk kegiatan dan pihaknya pun bakal ke FIP. Namun, setelah dihubungi ketika hendak berangkat, ternyata dana mereka telah dipotong tanpa alasan yang jelas.

“Kan itu hari kita dijanji 4 juta tapi pas mau pergi, kita hubungi lagi kenapa tiba-tiba langsung berkurang setengahnya. Masalahnya kita dijanji ini,”keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Prodi PGSD, Ahmad Syawaluddin tak tahu menahu persoalan pemotongan itu. Namun, lembaga kemahasiswaan yang ingin mendapat dana memang diharuskan datang ke pihak fakultas. Mereka pun harus secepatnya mengajukan proposal agar tidak dipersulit dalam pencairannya.

“Ajukan saja, setiap kegiatan kemahasiswaan itu pasti dikasih. Apalagi di PGSD pasti kita dukung dan bantu,”tuturnya.


*Reporter: Muh. Agung Eka S

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0