Pengurus perpustakaan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Seminar bertemakan keperempuanan dalam rangka memperingati Hari Ibu. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Pinisi Lt.2 (22/12). (Foto: Masturi-Profesi)
Pengurus perpustakaan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Seminar bertemakan keperempuanan dalam rangka memperingati Hari Ibu. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Pinisi Lt.2 (22/12). (Foto: Masturi-Profesi)
Pengurus perpustakaan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Seminar bertemakan keperempuanan dalam rangka memperingati Hari Ibu. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Pinisi Lt.2 (22/12). (Foto: Masturi-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, pengurus perpustakaan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Seminar bertemakan “Peran Ganda Perempuan, Pergumulan Antara Karir Dan Keluarga”. Kegiatan ini berlangsung di Aula P3G Menara Pinisi Kamis (22/12)

Ketua panitia, Andi Eni mengatakan, kegiatan ini di gelar untuk memperingati hari ibu. Dalam kegiatan dibahas mengenai peran perempuan dalam posisi era modern.

“Karena kebetulan seminarnya bertepatan dengan hari ibu jadi kami berinisiatif untuk mengangat tema tentang keperempuanan. Juga sebagai wadah untuk teman bagaimana mereka mengetahui peran seorang perempuan,” katanya.

Lanjut, Ia menambahkan kesetaraan gender yang marak terjadi saat ini, tidak menghalangi perempuan untuk meupakan kodratnya. Ia pun menilai tidak ada kata mustahil perempuan untuk sukses berkeluarga dan berkarir.

“Tidak menutup kemungkinan memang perempuan sekarang akan lebih sukses daripada laki-laki. Momentum hari ibu ini harus dijadikan refleksi bagi kita sebagai kaum perempuan untuk kembali kepada kodrat, tanpa menyingkirkan tugas yang lain,”tambahnya.

Mahasiswa Pendidikan Sejarah berharap kedepannya kekerasan pada perempuan dapat menurut berkurang. Ia, menilai tren kekerasan perempuan masih banyak terjadi, peran pemerintah dan aparat hukum pun ditunggu guna mencegah terjadinya kasus tersebut.

“Kedepan kita ingin tidak mendengar lagi kasus kekerasan yang terjadi pada perempuan. Saya juga berkeinginan peserta seminar tahun ini tidak hanya sebatas dari FIS, tapi fakultas lain juga dapat ambil bagian dalam kegiatan ini,” harapnya. (*)


*Reporter: Masturi
Editor: Nurul Charismawaty S

Share and Enjoy !

0Shares
0 0