Peserta Kuliah Kerja Nyata Program Program Pengalaman Lapangan (KKN PPL) Terpadu Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan XIII menggelar Festival Budaya Bacukiki. Festival tersebut berlangsung di Lapangan Lemoe, Kec. Bacukiki, Parepare, Sabtu-Minggu (3-4/12) - (Foto: Ist)
Peserta Kuliah Kerja Nyata Program Program Pengalaman Lapangan (KKN PPL) Terpadu Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan XIII menggelar Festival Budaya Bacukiki. Festival tersebut berlangsung di Lapangan Lemoe, Kec. Bacukiki, Parepare, Sabtu-Minggu (3-4/12) - (Foto: Ist)
Peserta Kuliah Kerja Nyata Program Program Pengalaman Lapangan (KKN PPL) Terpadu Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan XIII menggelar Festival Budaya Bacukiki. Festival tersebut berlangsung di Lapangan Lemoe, Kec. Bacukiki, Parepare, Jumat-Sabtu (2-3/12) – (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Peserta Kuliah Kerja Nyata Program Program Pengalaman Lapangan (KKN PPL) Terpadu Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan XIII menggelar Festival Budaya Bacukiki. Festival tersebut berlangsung di Lapangan Lemoe, Kec. Bacukiki, Parepare, Jumat-Sabtu (2-3/12)

Ketua Panitia, Aliyul menuturkan, festival budaya tersebut untuk melestarikan dan memperkenalkan tradisi budaya Kecamatan Bacukiki kepada generasi muda.

“Sekarang di era modern, banyak anak yang tidak lagi terlalu mengenali budayanya sendiri,” tuturnya.

Mahasiswa asal Parepare ini menyebutkan, festival budaya di Bacukiki terakhir kali digelar 15 tahun yang lalu.

“Kami rindu budaya lokal kemudian berinisiatif untuk menggelar kembali festival budaya ini, selain Festival Salo Karajae yang biasa digelar oleh Pemkot,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Bacukiki, Iskandar Nusu dalam sambutannya mengapresiasi festival yang diusung oleh mahasiswa KKN PPL UNM di kecamatan tersebut.

“Patut diapresiasi karena mampu mengenalkan kembali budaya tradisional yang sekarang sudah mulai tergeser nilainya,” ujarnya.

Festival Budaya Bacukiki ini mengusung berbagai pertunjukan budaya, di antaranya mappadendang (pesta panen), mattojang (ayunan raksasa), yabe lale (lagu pengantar tidur), mallongga (permainan tradisional), dan tari empat etnis. Selain itu, terdapat pula pertunjukan musik dan aksi donor darah. (*)


*Reporter: Ita Andriani

Share and Enjoy !

0Shares
0 0