Tempat parkir FBS di lapangan tenis. Tempat tersebut dianggap tidak efektif dijadikan parkiran karena terjadi kasus curanmor - (Foto: Dewi Ulfah - Profesi)
Tempat parkir FBS di lapangan tenis. Tempat tersebut dianggap tidak efektif dijadikan parkiran karena terjadi kasus curanmor -  (Foto: Dewi Ulfah - Profesi)
Tempat parkir FBS di lapangan tenis. Tempat tersebut dianggap tidak efektif dijadikan parkiran karena terjadi kasus curanmor – (Foto: Dewi Ulfah – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Peralihan tempat parkir dari samping gedung Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS)
Universitas Negeri Makassar (UNM) ke lapangan tenis dianggap tidak efektif. Pasalnya, telah terjadi kasus pencurian motor (Curanmor) yang dialami salah satu mahasiswa baru, Senin (28/11) lalu.

Presiden Mahasiswa (Presma) BEM FBS, Salman Aziz menilai peralihan tersebut cenderung memicu pelaku untuk leluasa melakukan aksinya. Pasalnya, tempat sebelumnya dianggap lebih aman.

“Kurang sekali memang tingkat keamanannya di sini, dan saya pikir pemindahan lahan parkir itu bukan solusi. Satu lagi, tempat latihannya itu anak-anak untuk drama yang merupakan salah satu mata kuliah di kampus”

Mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia ini memprotes tindakan birokrasi tersebut. Ia meminta pengawasan parkir ditingkatkan.

“Peralihan kembali tempat parkir ke dalam merupakan bentuk protes kami. Sebenarnya kami hanya menuntut pihak birokrasi meningkatkan keamanan kampus,” jelasnya. (*)


*Reporter: Dewi Ulfah/Editor: Muh. Agung Eka S

Share and Enjoy !

0Shares
0 0