Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat menjadi pembicara pada kuliah umum Program Studi Administrasi Negara FIS UNM yang berlangsung di Ruang Teater lt.3 Menara Pinisi, Senin (31/10). (Foto: Resa Saputra-Profesi)
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat menjadi pembicara pada kuliah umum yang diadakan oleh Program Studi Administrasi Negara FIS UNM, Senin (31/10). (Foto: Resa Saputra)
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat menjadi pembicara pada kuliah umum yang diadakan oleh Program Studi Administrasi Negara FIS UNM yang berlangsung di Ruang Teater lt. 3 Menara Pinisi, Senin (31/10). (Foto: Resa Saputra-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan bahwa anak Makassar mempunyai ciri khas tersendiri. Hal tersebut diucapkaan saat menjadi pembicara pada kuliah umum yang digelar oleh Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin, (31/10).

“Anak makassar punya 3 ciri yang menandakannya, pertama ialah bertanggung jawab. kepeduliannya terhadap apapun disekitarnya begitu tinggi,” ucapnya

Selanjutnya, tekad yang kuat membuat pemuda Makassar dijuluki punya keberanian yang tinggi. Selalu melakukan hal-hal diluar arena atau out of the box. “Kebaranian itu penting, sebab dunia milik orang yang berani bukan orang cerdas. Anak Makassar punya elemen itu,” ucap lelaki berkacamata ini.
Terakhir, kebersamaan yang tidak pernah luput dari pribadi anak muda Makassar membuatnya menjunjung tinggi solidaritas. “Mereka itu kalau soal bareng-bareng nomor satu, itulah mengapa dikatakan sebagai Makssar Sombere,” tambah lelaki yang kerap disapa Danny ini.

Dalam Kuliah umum yang dibawakannya, Danny pun membahas pentingnya optimalisasi industri anak lorong guna meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat Makassar menuju kelas internasional. Tujuan tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari inisiatif, inofavatif, dan atraktif sehingga menjadi masyarakat lorong yang produktif.

“Pengelolaan lorong produktif yang ada di Makassar akan terus dilakukan. Dengan cara merekonstruksi nasib rakyat menuju masyarakat sejahtera standar dunia,” bebernya. (*)

 


*Reporter: St Aminah

Share and Enjoy !

0Shares
0 0