Sutrisno Zulkifli, pemateri teknik penulisan berita pada DJMTD LPM Profesi UNM. (Foto: Muh. Agung Eka-Profesi)
Sutrisno Zulkifli, pemateri teknik penulisan berita pada DJMTD LPM Profesi UNM. (Foto: Muh. Agung Eka-Profesi)
Sutrisno Zulkifli, pemateri teknik penulisan berita pada DJMTD LPM Profesi UNM. (Foto: Muh. Agung Eka-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Dalam menulis sebuah bereita perlu adanya verifikasi ataupun konfirmasi isu. Hal tersebut diucapkan oleh Sutrisno Zulkifli saat menjadi pemateri pada Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD) 2016 yang dilaksanakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM).
“Roh berita ada di verifikasi dan konfirmasi” ucap Sutrisno.

Lelaki yang kerap disapa Cinno ini juga mengatakan untuk menghindari kesalahan berita atau kekeliriuan perlu memasukkan nama narasumber. Hal tersebut bertujuan untuk lebih meyakinkan pembaca bahwa berita yang disampaikan bernilai fakta.

Ia juga mengatakan, dalam menulis berita diupayakan untuk tidak memasukkan opini dalam tulisan. “Hindari kata sifat yang tidak punya ukuran dan tidak bisa ditakar,” katanya.

Eks Pemimpin Umum LPM Profesi periode 2013/2014 ini berpesan, penulis mesti memahami tanda baca, memahai apa yang ditulis agar pembaca juga paham informasi yang disampaikan pada berita tersebut. “Sederhanakan apa yang ditulis, tetapi jangan sampai menghilangkan makna,” tuturnya. (*)

 


*Reporter: St Aminah

Share and Enjoy !

0Shares
0 0