Gerakan Mahasiswa Peduli (GMP) UNM saat melakukan aksi subsidi UKT di depan Menara Pinisi, Senin (15/8) - (Foto: Endang Sri Wahyuni - Profesi)
Gerakan Mahasiswa Peduli (GMP) UNM saat melakukan aksi subsidi UKT di depan Menara Pinisi, Senin (15/8) - (Foto: Endang Sri Wahyuni - Profesi)
Gerakan Mahasiswa Peduli (GMP) UNM saat melakukan aksi subsidi UKT di depan Menara Pinisi, Senin (15/8) – (Foto: Endang Sri Wahyuni – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Gerakan Mahasiswa Peduli (GMP) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali berdialog dengan Husain Syam. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Rektor, Senin (15/8).

Dialog yang dilaksanakan selama satu jam tersebut membahas isu pemberian subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi anak dosen/pegawai di lingkup UNM.
Muhammad Jefri, koordinator GMP menjelaskan, pandangannya bahwa kebijakan subsidi UKT tersebut sangat mengecewakan bagi mahasiswa. “Yang disubsidi hanyalah anak pegawai, itu kan sangat diskriminasi,” ungkapnya.
Menanggapi sikap dari GMP tersebut, Husain Syam menjelaskan bahwa kebijakan tersebut hanyalah bentuk stimulus yang dapat meningkatkan produktifitas dari pegawai.

“Kebijakan ini salah satu bentuk meningkatkan hasil kerja pegawai,” jelasnya

Ia juga menambahkan bahwa akan tetap melanjutkan pelaksanaan kebijakan tersebut. ” bagaimanapun kebijakan tersebut akan tetap dilaksanakan,” tambahnya.(*)


*Reporter : Endang Sri Wahyuni

Share and Enjoy !

0Shares
0 0