Aksi mahasiswa yang menuntut kebijakan larangan berkegiatan di Kampus Tidung selama tes SBMPTN berlangsung. Aksi ini berlangsung di depan Gerbang Kampus Tidung, Selasa (31/5). (Foto: St. Aminah - Profesi)
Aksi mahasiswa yang menuntut kebijakan larangan berkegiatan di Kampus Tidung selama tes SBMPTN berlangsung. Aksi ini berlangsung di depan Gerbang Kampus Tidung, Selasa (31/5). (Foto: St. Aminah - Profesi)
Aksi mahasiswa yang menuntut kebijakan larangan berkegiatan di Kampus Tidung selama tes SBMPTN berlangsung. Aksi ini berlangsung di depan Gerbang Kampus Tidung, Selasa (31/5). (Foto: St. Aminah – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Menjelang Tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi┬á Nasional (SBMPTN), Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan melakukan aksi. Aksi ini berlangsung di depan Gerbang Kampus Tidung, Selasa (31/5).

Mahasiswa FIP melakukan aksi karena kebijakan birokrasi yang melarang mahasiswa berkegiatan dikampus selama tes SBMPTN berlangsung. “Atas nama mahasiswa FIP, kami tidak setuju pelarangan berkegiatan dikampus pada hari ini,” Bantah Kordinator Lapangan, Ilham.

Ia menambahkan, banyak masyarakat FIP yang terlantar didepan gerbang fakultas karena kebijakan tersebut. “Teman-teman kita duduk melongo di depan gerbang, mau masuk rumah sendiri dilarang,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan, Pattaufi mengatakan pelarangan aktivitas akademik dan kemahasiswaan hanya untuk memperketat keamanan dan kenyamanan peserta. “Pembantu Rektor Bidang Akademik telah menyampaikan bahwa kampus harus disterilkan selama tes berlangsung,” jelasnya.

Tak hanya itu, pelarangan juga diberlakukan untuk mencegah tindakan yang mencoreng citra kampus. “Tahun lalu banyak oknum yang memanfaatkan moment ini dengan memalaki peserta tes dengan paksa,” tambahnya. (*)

*Reporter: St. Aminah

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0