Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Foto:Int)

PROFESI-UNM.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara mengenai wacana penghapusan Ujian Nasional (UN) yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim yang akan mulai dihapuskan pada tahun 2021.

Dilansir dari Detik.com Jokowi menyebut asesmen pengganti ujian nasional akan melihat sejauh mana grade sekolah tertentu. Sekolah yang ada di bawah grade akan dievaluasi.

“Artinya, mau tidak mau nanti setiap sekolah akan ada angka-angkanya. Yang angkanya di bawah grade tentu saja harus diperbaiki dan diinjeksi sehingga bisa naik levelnya. Akan kelihatan sekolah mana yang perlu disuntik,” ujar Jokowi.

Presiden Jokowi mendukung kebijakan penghapusan Ujian Nasional yang di ambil oleh Mendikbud Nadiem Makarim.

“Artinya, sudah tidak ada UN lagi tahun 2021. Akan diganti dengan asesmen kompetensi. Artinya yang diasesmen adalah sekolah, guru. Dan juga ada yang namanya survei karakter. Dari situ bisa dijadikan evaluasi,” ucap Jokowi

Kebijakan ini sepenuhnya ada di pemerintah pusat. Jokowi siap melanjutkan asesmen kompetisi jika itu menaikkan mutu pendidikan.

“Pendidikan kita sampai ke level mana. Nanti sudah dihitung saya kira kita mendukung apa yang sudah diputuskan Mendikbud,” katanya.

Sebelumnya, Ujian Nasional rencananya akan dihapuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Namum hal ini masih menjadi pro kontra dikalangan masyarakat.(*)

*Reporter: Fadhil Aqilah/Editor: Ratu

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0