Mahasiswa PLB FIP UNM menggelar kampanye dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional di pelataran kampus UNM sektor tidung, Selasa (3/12) - (Foto:I st)

PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kampanye di pelataran kampus UNM sektor Tidung, tepatnya di Jl.Tamalate 1, Selasa (3/12).

Kampanye dengan tema “Menumbuhkan Inklusivitas Untuk Keseteraan” ini diikuti oleh mahasiswa PLB FIP UNM angkatan 2018 dan 2019.

Ardiansyah selaku ketua panitia mengatakan, tema ini dipilih berdasarkan fakta yang terjadi di masyarakat saat ini yang menunjukkan sikap diskriminasi terhadap kaum-kaum disabilitas padahal mereka hanya ingin diakui bukan dikasihani.

“Tema ini dipilih dengan harapan agar kaum difabel mampu hidup bersama dengan teman-teman normal, jadi kita perlu untuk menumbuhkan jiwa inklusivitas untuk mendapat yang namanya kesetaraan,” katanya.

Sejalan dengan itu, Nahla Salsabila Badaru, salah satu mahasiswa PLB yang ikut dalam kampanye hari ini menuturkan bahwa maksud dari aksi tadi untuk menghapus deskriminasi terhadap kaum disabilitas.

Menurutnya kaum disabilitas sering mendapat diskriminasi padahal mereka juga mempunyai hak-hak yang sama dengan anak normal lainnya seperti hak untuk hidup, hak untuk berpendidikan, dan hak untuk menerima perlindungan.

“Misalnya anak tuna netra yang diejek bahwa tidak bisa melihat namun perlu diketahui bahwa meskipun tidak bisa melihat tapi mereka sama dengan kita sama-sama bisa merasakan,” tuturnya.

Dalam kampanye ini, mahasiswa PLB menggelar orasi, tetrikal, body painting, dan membagikan selebaran. Dalam aksi tetrikal, beberapa mahasiswa berperan sebagai tuna rungu, tuna netra, dan tuna daksa yang menceritakan kesulitan yang mereka hadapi untuk hidup di tengah masyarakat yang apatis, dirangkaiakan pula dengan pembacaan puisi yang berjudul “Izinkan Kami Berkarya”.

Selain aksi kampanye, Mahasiwa PLB juga akan mengadakan acara semarak hari disabilitas pada 7 Desember mendatang di Pelataran Pinisi dan kemudian dilanjutkan dengan aksi kampanye pada 8 desember di Anjungan Pantai Losari. Keduanya termasuk dalam rangkaian memperingati hari disabilitas internasional. (*)

*Reporter: Annisa Puteri Iriani/Editor: Andi Dela Irmawati