PROFESI-UNM.COM – Hal ini diterangkan Ade Yustina, salah satu mahasiswi yang penelitiannya berhasil meraih medali perak di Pimnas 32 kemarin. Dede mengatakan, pihak birokrasi akan memberikan bonus kepada setiap tim yang berhasil membawa nama harum UNM. “Iya, janjinya pak rektor untuk peraih medali akan di gratiskan UKT nya,” katanya, Minggu
(20/10).

Mahasiswi asal Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) ini juga menjelaskan pemberian bonus pembebasan UKT kepada delapan tim sebenarnya berbeda, pihak birokrasi akan menilai berapa semester mahasiswa akan dibebaskan pembayarannya sesuai dengan medali yang berhasil ia raih.

“Medali emas dibebaskan UKT sampai selesai, medali perak dibebaskan UKT selama empat semester, dan medali perunggu akan dibebaskan dua semester,” jelasnya. Sultan, sekretaris tim Pimnas UNM, mengindahkan hal tersebut. Ia mengatakan, Rektor dari awal memang sudah berjanji terkait bonus pembebasan UKT.

Baca Juga:

Studi Banding LK UNM

HIMA AP FIP UNM Siap Gelar Panggung Aspirasi

Siapkan Mahasiswa di Pimnas 2020, FT UNM Gelar Karantina PKM

Namun untuk sekarang, bonus tersebut masih dalam proses pengurusan. “Prosesnya memang memakan waktu yang cukup, karena harus ada penetapan SK nya dulu, nda bisa pulang dari bali langsung dapat. Tapi tidak usah khawatir terkait itu, intinya pak rektor sudah
janji dan sekarang masih proses,” katanya.

Sekretaris Jurusan Bahasa ini juga mengungkapkan prestasi yang UNM raih sebenarnya tidak lepas dari dukungan penuh rektor. Menurutnya, rektor menaruh perhatian lebih dan ikut terjun langsung mengawasi tim yang berlaga di Pimnas tahun ini, sehingga hasilnya bisa maksimal seperti sekarang.

“Dimulai dari persiapannya, kita melakukan dua kali workshop, kemudian kita melakukan karantina di Claro. Itu semua dukungan penuh dari pak rektor. Beliau juga langsung memimpin dan mengarahkan presentasi. Beliau juga hadir di bali, sampai penutupan.

Wakil rektor juga hadir, dekan, pokoknya banyak dukungan,” ungkapnya. Tak hanya Sultan, Dekan FBS Syukur Saud juga mengungkapkan hal serupa, ia menganggap ada peran rektor dalam keberhasilan UNM memborong delapan medali, sekaligus menempatkannya sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia timur dalam ajang tersebut.

“Saya sangat salut dengan beliau, beliau sangat all out dalam persiapan Pimnas kali ini,” ungkapnya. Bagai mendapat durian runtuh, khusus Fakultas Teknik setelah mendapatkan bonus pembebasan UKT, mereka akan diboyong ke beberapa kota yang ada di Indonesia. Hal itu diungkapkan Zulhijaya, salah satu anggota yang penelitiannyannya berasil meraih medali perak.

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) ini mengatakan, pihak fakultas akan memberikan hadiah lebih bagi tim yang menyumbangkan medali. “Iya ada janji jalan-jalan dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan.(WD III),” katanya. (tim)

*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Profesi Edisi 236