Kegiatan Panggung Ekspresi oleh Mahasiswa Pendidikan IPS, Rabu (13/11). Foto: Nurfazila - Profesi

PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) memperingati insting. Kegiatan tersebu diperingati melalui panggung ekspresi di Taman FIS, Rabu (13/11)

Insting merupakan insiden 13 November Gunung Sari UNM, dimana pada saat itu terjadi aksi demonstrasi besar-besaran di kalangan mahasiswa, khususnya di UNM dalam mengawal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah secara sembunyi-sembunyi.

Di penghujung pengawalan terjadi aksi besar-besaran demonstrasi mahasiswa, bentrok dengan pihak polisi. Pada saat itu ada banyak mahasiswa yang menjadi korban dan ada yang sampai bocor kepalanya di pukul secara membabi buta oleh pihak kepolisian.

Maka dari itu, melalui panggung aspirasi ini sebagai mahasiswa UNM memperingati insiden, dimana sebagai Oknum Polisi yang tugasnya melindungi, melayani dan mengayomi masayarakat tidak berjalan semestinya. Adapun tampilan-tampilan di panggung ini yakni, puisi, orasi, dan nyanyian.

Riswin mengatakan, memperingati insting merupakan salah satu bentuk penghargaan atas sejarah yang diberikan dari senior-senior pada saat itu dimana dia tidak pernah getar dalam gerakan kebaikan. Dan juga sebagai motivasi untuk teman-teman mahasiswa lainnya dimana kita harus bergerak melawan segala bentuk penindasan sebagaimana kita lihat gerakan-gerakan pada dulunya yang dilakukan para penghulu kita.

“Memperingati insting berarti memberikan penghargaan kepada senior-senior terdahulu yang rela melakukan perlawanan terhadap berbagai penindasan,” katanya.

Baca juga:

Mahasiswa KKN PPL UNM Akan Helat LKBB

Peringati Tragedi Insting, Mahasiswa Olahraga Lintas Generasi Gelar Aksi

Peringatan Tragedi Insting, Animasi FE Suarakan Lima Tuntutan

Ia berharap, mahasiswa saat ini juga harus memiliki sifat yang sama dengan para pendahulu dalam melakukan gerakan kebaikan, terlebih saat ini mahasiswa harus lebih kritis dan jeli melihat masalah yang ada di dalam kampus.

“Harapan kedepannya setelah mempringati insting ini, semoga mahasiswa yang notabenenya sebagai agen of change bisa lebih jeli lagi melihat permasalahan yang ada di negeri ini, khususnya didalam kampus sendiri. Dimana pada saat ini gerakan mahasiswa sangat mundur, karena mahasiswa sekarang telah dininabobokan dan diselimuti lembut oleh birokrasi,” harapnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Pendidikan IPS, Ahmad Maroddin berharap melalui kegiatan ini mampu memunculkan kesadaran mahasiswa betapa pentingnya peran dalam memberikan perubahan. “Semoga dengan ini mahasiswa sadar akan perannya sebagai penerus bangsa yang sikapnya harus selalu kritis, mempunyai andil dan menjadi garda terdepan terhadap perkembangan bangsa,” harapnya.

Tontom Juga Keseruan DJMTD LPM Profesi 2019

*Reporter: Nur Fazila