Mahasiswa Pendidikan Sejarah UNM Saat di Kawasan Adat Amma Toa, Desa Tanna Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan penelitian lapangan mata kuliah Sejarah Lokal. Kegiatan ini diselenggarakan di lima kabupaten, yakni Jeneponto,Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, dan Bone dan berlangsung selama tiga hari yakni Kamis (31/9) – Sabtu (2/10).

Dosen Pendamping, Rifal Najering mengatakan Penelitian ini diikuti oleh 53 mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah angkatan tahun 2017. Kegiatan ini dilakukan agar mahasiswa bisa melihat, mengamati, dan menganalisis secara langsung bukti sejarah dan budaya yang dipelajari di ruang perkuliahan.

“Pada kegiatan ini mereka bisa mengamati langsung kebudayaan masyarakat Sulsel. Salah satunya kehidupan masyarakat Kajang, dimana para mahasiswa bisa melihat langsung kehidupan mereka yang membatasi diri dari teknologi modern dan mempelajari filosofi hidup masyarakat tersebut” katanya.

Menurut Rifal, Sulsel adalah wilayah yang kaya dengan budaya, Masyarakat Adat Kajang adalah salah satu contohnya. Kajang merupakan suku yang mengedepankan sikap kesederhanaan, nilai-nilai inilah yang mesti dipelajari dari masyarakat tersebut dan diaktulisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Soal kekayaan tidak mesti di ukur dari materi yang dimiliki, tetapi lebih pada kebersamaan dan kedamaian. Itulah kekayaan dunia sesungguhnya yang diajarkan oleh masyarakat adat Kajang,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Pantia, Muh. Thufeil Arif Rahman mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat selain bisa berinterkasi dengan benda cagar budaya ini juga menjadi ajang rekreasi bersama teman angkatan. “Jadi kita tidak lagi hanya bisa membayangkan peninggalan-peninggalan tokoh sejarah di Sulsel” tuturnya.

Penelitian ini berakhir pada Sabtu (2/10) di Museum Lapawawoi, Kabupaten Bone dan kemudian beranjak kembali ke Kota Makassar. “Hati-hati dijalan selalu ingat dan pegang budaya Bugis kita,” pesan Pengelola Museum, Andi Batare. Beliau juga merupakan putra pemangku adat Kerajaan Bone Andi Mappasisi.

*Reporter: Fikri Rahmat