Dua kelompok mahasiswa kembali saling lempar menggunakan batu di Fakultas Ekonomi (FE), Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin (21/10) - (Foto: Dewan - Profesi )

PROFESI-UNM.COM – Dua kelompok mahasiswa kembali saling lempar menggunakan batu di Fakultas Ekonomi (FE), Universitas Negeri Makassar (UNM). Kejadian ini berlangsung di halaman lapangan FE UNM, Senin (21/10). Awalnya, keributan ini terjadi karena terprovokasi pada pukul 15.10.

Keributan tersebut sempat terhenti sekira pukul 16.00 Wita karena pihak birokrasi yang di langsung turun ke lapangan untuk memeriksa dan melihat kondisi kericuhan. Setelah beberapa pihak birokrasi dan sejumlah aparat keamanan kampus bertemu akhirnya memisahkan kedua kelompok mahasiswa tersebut. Mereka dipisahkan dari dua tempat yantg berbeda yaitu di halaman Mesjid Nurul Ilmi dan satu kubu lainnya berada di halaman lapangan FE UNM.

Pada pukul 16.15 Wita waktu setempat kedua kelompok tersebut saling memancing dan memprovokasi massa tawuran. Akhirnya kedua kelompok massa tersebut kembali pecah pada pukul 16.30 Wita. Tak hanya itu, kedua kelompok massa tersebut saling menyerang dan melemparkan batu di Mesjid Nurul Ilmi. Beberapa motor dan kios para pedagang rusak akibat aksi tawuran tersebut.

Pukul 16.25 Wita belum ada pihak kepolisian yang turun ke lapangan untuk memisahkan kedua massa kelompok tersebut. Pihak birokrasi dan beberapa petugas keamanan sudah berusaha keras untuk memisahkan massa tawuran tersebut tapi belum juga ada hasil.

Pada pukul 16.50 Wita, para Wakil Rektor (WR) UNM langsung turun untuk memisahkan dan memediasi kedua kelompok tersebut. Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaan) Arifuddin langsung berkomunikasi kepada kedua belah pihak dan memanggil salah satu perwakilan massa tawuran. Tapi belum ada yang mau bermediasi dikarenakan kedua kelompok mahasiswa tersebut masih dalam keadaan belum kondusif.

Pada pukul 17.15 pihak kepolisian dan birokrasi bertemu dengan kedua massa dan mensterilkan kondisi yang sebelumnya belum kondusif. Dan mengarahkan untuk membubarkan kedua massa kelompok tersebut.

*Reporter: Dewan Ghiyats Yan Galistan