(Foto : Int)

PROFESI-UNM.COM. – Diakui atau tidak, radikalisme sudah menyebar sedemikian rupa ke hampir seluruh lini kehidupan. Sasaran kelompok radikalis zaman now dan zaman old pun turut berubah.

Radikalisasi telah menyasar ke kampus-kampus tak hanya terkonfirmasi melalui berbagai survei, namun memang sudah diutarakan oleh berbagai pihak secara langsung.

Kampus terpapar radikalisme bukan sesuatu yang tak perlu mendapatkan perhatian serius. Justru kampus sebagai tempat straegis karena di sinilah generasi muda dan penerus belajar. Sebagai masa depan bangsa, maka PTN tak boleh terjangkiti virus radikalisme.

Berikut beberapa tips bagi mahasiswa baru agar tak terpapar paham radikal, yaitu :

  1. Bergabung ke kelompok yang sudah memiliki trackrecord jelas. Kampus adalah ruang terbuka, siapa dan kelompok apa saja bisa masuk ke kampus. Di sinilah mahasiswa baru harus benar-benar cermat memilih tempat untuk belajar dan mengembangkan diri. Pilihlah organisasi atau pondok—jika ingin tinggal dipondokan—yang diasuh oleh kyai yang memiliki sanad keilmuan jelas dan memiliki trackrecord yang jelas pula. Karena tempat kita belajar sangat mempengaruhi cara berpikir dan tindakan kita.
  2. Pemangku kepentingan di lingkungan kampus perlu melakukan pengawasan terhadap mahasiswa. Mahasiswa baru perlu diawasi aktivitas keagamaan yang diikutinya. Tak hanya diawasi, lebih jauh lagi, pihak kampus bisa mengarahkan para mahasiswa baru terkait aktivitas keagamaan yang diikuti.
  3. jangan asal memilih teman. Pintu masuk mahasiswa baru terpapar radikalisme lebih banyak disebabkan karena salah memilih teman. Jika teman yang Anda pilih adalah simpatisan kelompok radikal, maka besar kemungkinan Anda akan mengikuti jejak yang sama dengan teman Anda. Oleh sebab itu, bertemanlah dengan orang yang memiliki pemahaman moderat, tidak dikit-dikit mengkafirkan kelompok yang tak sepemahaman. Dan ikutilah kajian keagamaan yang benar-benar mengkaji agama secara mendalam dan komprehensif.

*Supriadi