PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) dipimpin oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM yang tergabung dalam massa aksi BEM UNM Menggugat Keadilan kini kembali melakukan aksi demontrasi jilid 3 di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (30/9).

Dalam aksi yang digelar tepat pada Rapat Paripurna DPR ini, BEM Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) tidak terlihat bergabung dengan aliansi. Setelah dikonfirmasi oleh wartawan Profesi, Presiden BEM FBS, Fadil Abdillah membenarkan bahwa telah memisahkan diri dari aliansi sejak aksi demonstrasi jilid 1.

“Betul, jadi ada perbedaan pandangan antara kami dengan aliansi BEM UNM menggugat pada aksi jilid 1 dan 2, sehingga pada aksi jilid 3 ini kami menyepakati untuk tidak terlibat,” katanya.

Lebih lanjut, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab ini menjelaskan ada berbagai kegiatan internal yang sedang berlangsung di FBS dan bertepatan pada pelaksanaan aksi demonstrasi. Menurutnya, setelah bergabung pada aksi sebelumnya dan berbagai upaya yang telah FBS lakukan itu dinilai tidak membuahkan hasil, sehingga FBS kini memilih memprioritaskan kegiatan internal FBS.

“Ketika di internal sendiri memiliki kegiatan yang tidak kalah pentingnya, maka kami memilih di internal. Kaderirasi itu perlu karena mahasiswa adalah harapan bangsa , ketika generasi ini rusak maka ke depannya bangsa pun rusak. Makanya kita harus memperbaiki dan berbenah diri dulu,” jelasnnya sembari menunggu kegiatan kaderisasi di FBS dimulai.

Aksi demonstrasi jilid 3 yang kembali menyoal tentang penolakan Revisi Undang-Undang (RUU) yang tidak pro rakyat ini, menurut Fadil Abdillah perlu dihadapi dengan langkah taktis, melihat gerakan sebelumnya yang kurang membuahkan hasil. “Ada secercah gebrakan yang akan kawan-kawan FBS lakukan untuk langkah taktis hari ini,” tutupnya. (*)

*Reporter: Andi Dela Irmawati