Massa aksi mulai ricuh (Foto: Sauki - Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Menjelang adzan magrib, orasi demonstran berhenti sejenak. Mereka sejenak diam mendengarkan suara tilawah di masjid.

Sebelum adzan, tiba-tiba sebuah batu melayang ke tengah antara polisi dan demonstran tepat di bawah fly over. Pengunjuk rasa pun bersorak dan berteriak.

Aksi damai dengan orasi pun tiba-tiba berubah jadi aksi lempar batu saat adzan magrib berkumandang, Jumat (27/9). Lemparan tersebut dibalas dengan tembakan gas air mata oleh aparat. Selain itu, aparat juga maju menyemprot water Canon ke arah demonstran.

Suasana pun makin memanas usai adzan berkumandang. Pengunjuk rasa mencoba membakar di sekitar pos polisi.

Selain melempar batu, mereka juga menggunakan senjata tajam sejenis busur. Bukan hanya itu, massa aksi juga beberapa kali menembak menggunakan petasan.

Hingga berita ini diterbitkan, aksi saling menyerang ini masih terjadi. Polisi memaksa pengunjuk rasa mundur.

“Bubar, bubar, bubar,” kata polisi menggunakan pengeras suara.

*Reporter: Wahyudin