PROFESI-UNM.COM – Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah di sekolah, Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI)lakukan pengabdian di Sulawesi Barat. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari (13-14/9) lalu.

Bustan salah satu dosen Prodi Pendidikan Sejarah yang terlibat dalam kegiatan ini mengatakan, kegiatan ini terbagi menjadi lima sesi. Untuk sesi pertama membahas penguasaan kompetensi dasar tentang dampak politik, budaya, sosial, dan pendidikan pada masa penjajahan Eropa.

“Jadi setiap sesi kita paparkan materi yang menunjang kualitas pembelajaran sejarah di sekolah. Untuk Sesi pertama diisi oleh bapak Najamuddin dan saya sendiri,” katanya.

Bustan melanjutkan, Sesi kedua membahas penguasaan kompetensi dasar keterkaitan antara konsep berpikir diakronik dan sinkronik yang dibawakan oleh Jumadi, Nurlela, dan Amirullah. Selanjutnya sesi ketiga adalah materi penguasaan kompetensi dasar peningkatan pemahaman peran dan nilai-nilai perjuangan toko nasional oleh Saleh Madjid, Ahmadin, dan Amirullah.

Sesi keempat dan kelima masing- masing membahas komptensi dasar nilai-nilai sumpah pemuda beserta maknanya dan penguasaan kompetensi dasar toko nasional dan daerah, narasumbernya untuk sesi keempat adalah Rasyid Ridha dan Bustan, untuk sesi terakhir diisi oleh La Malihu dan Asmunandar.

Guru-guru yang terlibat dalam Program Kemitraan Masyaraka (PKM) ini sangat senang karena mendapatkan pencerahan dan refleksi pembelajaran sejarah di era kekinian. Selain mereka dapat menjalin silaturahmi dengan dosen-dosen Prodi Pendidikan Sejarah yang notabene adalah dosen mereka ketika menempuh pendidikan di UNM.


*Rara Astuti