PROFESI-UNM.COM – Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berjudul “PKM Pelatihan Daur Ulang Ban Bekas Menjadi Sebuah Kerajinan Yang Bernilai Ekonomis di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros”, Rabu (18/9).

PKM ini dilaksanakan oleh Muhammad Ichwan Musa sebagai ketua serta beranggotakan M. Ikhwan Maulana Haeruddin dan Agung Widhi Kurniawan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi polusi lingkungan, dengan memanfaatkan ban-ban bekas yang dibuang dengan mengolahnya menjadi barang bernilai ekonomis. Sehingga barang tersebut tidak menjadi sarang nyamuk yang rawan menyebarkan virus demam berdarah.

Ikhwan Musa, selaku Ketua PKM mengatakan selama ini ban luar bekas, terutama ban bekas truk, sudah banyak didaur ulang menjadi berbagai barang kerajinan seperti sandal, tali, ember, meja dan kursi taman, ayunan, pot bunga. Namun sayangnya ban dalam bekas nampaknya belum dimanfaatkan dan biasanya hanya menjadi barang bekas di halaman rumah, bengkel atau tepi jalan.

“Kami menyadari fenomena itu, sehingga saya bersama dosen manajemen lain berinovasi memanfaatkan limbah tersebut menjadi barang-barang yang berguna. Kami menyebut pembuatan kerajinan tersebut sebagai up cycle yaitu proses mengubah barang bekas menjadi barang baru yang berguna atau memiliki nilai ekonomis yang baik dimasyarakat maupun lingkungan,” katanya.

Menurut Hera, salah satu masyarakat yang hadir pada kegiatan itu mengatakan
secara umum para peserta merasa puas dengan kegiatan ini dan berharap akan ada tindak lanjut dari kegiatan ini di waktu mendatang.

“Pelatihan ini sangat membantu mereka dalam hal menambah inovasi dan juga akan pendapatan keluarganya ketika pengolah limbah yg dibuat secara baik,” ungkapnya

Lanjut, hera juga berharap pelatihan ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang kerajinan tangan dari barang bekas.

“Semoga setelah mendapatkan ilmu tentang pelatihan daur ulang ban bekas dan menjadikan ban-ban bekas dapat terpakai minimal dapat dimanfaatkan sesuai hasil dari apa yg telah dibuat” harapnya.(*)


*Fikri Rahmat Utama