Mahasiswa Pertukaran Permata. (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Sebanyak  104  Mahasiswa dari delapan universitas di Indonesia mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air (Permata). Pertukaran mahasiswa tersebut dimulai sejak Agustus lalu.

Salah satu mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES), Dewi Risma Winari menyampaikan kesannya saat berguru kali pertama di Universitas Negeri Makassar (UNM). Ia juga menambahkan ada banyak hal yang berbeda dari jawa dan makassar. Salah satunya adalah label orang makassar yang berwatak kasar benar adanya.

“Klo dimakassar itu mahasiswanya ngomongnya kasar dan keras sekalipun mungkin mereka tidak bermaksud marah tapi kalau saya dan teman-teman dari jawa bakal menganggapnya marah,” tambahnya

Menurutnya cara bicara mahasiswa makassar yang khas tersebut menjadi keunikan tersendiri. Ia juga membandingkan gaya belajar mahasiswa jawa dan makassar yang jauh kontras. “kalau dijawa itu gaya belajar mereka benar-benar hening,” ungkapnya

Selain itu, mahasiswa semester lima ini juga menuturkan pelayanan sudah cukup baik. Lanjut, secara pribadi Ia mengaku terkesan dengan Gedung phinisi UNM yang khas.

*Reporter : Nurul Istiqamah

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0