Dosen Manajemen FE Saat Memberikan Pelatihan. (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Sebagai perwujudan TRI Darma Perguruan Tinggi di bidang penelitian dan Pengabdian, dosen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian tersebut dalam bentuk pelatihan proyeksi bisnis kepada pemilik usaha garam. Kegiatan ini ditujukan bagi warga Kecamatan Mangara Bombang, Kabupaten Takalar, Kamis (12/9).

Tim PKM UNM yang diketuai oleh Tenri SP Dipoatmodjo, dan beranggotakan Anwar, serta Hety Budiyanti ini Mengangkat judul “PKM Pelatihan Proyeksi Bisnis Pada Pemilik Usaha Garam (Pedagang dan Petani) di Kecamatan Mangara Bombang, Kabupaten Takalar”.

Kegiatan ini bertujuan agar terjadi perubahan pola pikir dalam pengelolaan usaha garam dalam menyikapi persaingan pasar. Sehingga ketika harga naik atau menurun, pola yang diterapkan para petani usaha garam tidak cenderung menerima, tetapi berusaha untuk menyesuaikan harga.

Menurut salah satu peserta pelatihan, Rahman Dg.Pu’ding, ia yang merupakan salah satu pemasok garam merasa terbantu dengan pelatihan tersebut. Pasalnya ia seringkali dirugikan karna bila terjadi penurunan harga garam yang awalanya 120 ribu menjadi 25 ribu. Mereka tidak bisa membentuk harga tanpa ada upaya melakukan konfirmasi kepada para petani sehingga garam yang dijual harganya sangat rendah dan tidak dapat mencukupi kehidupan ekonomi petani garam.

“Kendala dari masyarakat belum ada dari pihak perikanan kelautan yang datang langsung pelatihan kepada masyarakat pembuat garam sehingga masyarakat bingung dalam mengambil langkah. Pelatihan ini sangat membantu masyarakat dalam menentukan langkah bila terjadi hal yang tak diinginkan,” katanya.

Sejalan dengan itu, peserta pelatihan lainnya, Ahmad Dg. gading mengungkapkan harapannya agar kedepannya pelatihan ini berlanjut dengan pelatihan lainnya. Petani bisa meningkatkan kualitas dalam menjalankan usahanya sehingga usaha yang dilakukan tidak stagnan tapi bisa berkembang menjadi lebih baik.

“Semoga kedepannya bisa diberikan pelatihan dan diberikan peralatan untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat petani garam. Sehingga para petani garam itu sendiri mendapat bantuan proses pembuatan garam agar produksi garam menjadi lebih baik dari sisi harga dan kualitasnya.

Semoga hasil yang diperoleh dari kegiatan ini bisa menunjukan proyeksi usaha dari tahun ke tahun yang cenderung stagnant bisa berkembang pesat,” Harapnya.(*)

*Fikri Rahmat Utama