Kesabaran, ketabahan dan keteguhan perempuan dalam pertunjukkan ini sebagai sikap mendasar manusia Makassar ketika menghadapi rintangan hidup. (Foto: Muhammad Ilham Akbar. B - Profesi)

PROFESI-UNM.COM – A’karena ri Benteng Panyyua merupakan hasil karya Nurlina Syahrir, Dekan Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang mengambarkan simbol budaya lokal Benteng Pannyua atau yang selama ini dikenal Benteng Fort Rotterdam.

A’karena ri Benteng Panyyua berakar dari mitos atau tradisi Pakarena yang memperlihatkan kesenian tari yang mempertunjukkan sejarah, sosial, budaya dan politik dengan benteng Pannyua serta lingkungan sekitarnya di masa lalu dan sekarang.

Pertunjukkan tari tersebut diselenggarakan di Benteng Fort Rotterdam, Kota Makassar, Rabu (28/8). Berikut beberapa potret pementasan karya Dekan FSD UNM, Nurlina Syahrir.

Pertunjukkan Tari A’Karena ri Benteng Panyyua. (Foto: Muhammad Ilham Akbar. B – Profesi)
Benteng Pannyua atau biasa disebut benteng Ujung Pandang merupakan milik Kerajaan Gowa-Tallo. (Foto: Muhammad Ilham Akbar. B – Profesi)
Benteng tersebut kemudian diambil alih oleh Belanda sebagai pusat perdagangan dan militer melalui Perjanjian Bongayya. (Foto: Muhammad Ilham Akbar. B – Profesi)
Kesenian tari memiliki hubungan sejarah, sosial, budaya dan politik dengan Benteng Pannyu.
(Foto: Muhammad Ilham Akbar. B – Profesi)
A’karena ri Benteng Pannyua menampilkan lima struktur dramatik dalam satu paduan menjadi pertunjukkan tari. (Foto: Muhammad Ilham Akbar. B – Profesi)
Kesabaran, ketabahan dan keteguhan perempuan dalam pertunjukkan ini sebagai sikap mendasar manusia Makassar ketika menghadapi rintangan hidup. (Foto: Muhammad Ilham Akbar. B – Profesi)
Pertunujkkan tari A’karena ri Benteng Pannyua dipentaskan di Benteng Fort Rotterdam Kota Makassar.
(Foto: Muhammad Ilham Akbar. B – Profesi)
Tarian A’karena ri Benteng Pannyua karya Dekan FSD UNM, Nurlina Syahrir, Rabu (28/8). (Foto: Muhammad Ilham Akbar. B – Profesi)

*Reporter: Muhammad Ilham Akbar. B