Salah satu dosen bertanya tentang tari pendidikan, Jumat 19/7 (Foto: Sila Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Erlinda Yetti membawakan materi tentang Pendidikan Tari pada Seminar Nasional AP2Seni (Asosiasi Prodi Pendidikan Sendratasik Indonesia). Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Theater Menara Pinisi UNM, Jumat (19/7).

Dalam penyampaian materinya, Erlinda Yetti menjelaskan pendidikan tari merupakan kreatifitas gerak anak. Tari ini ditujukan pada anak usia dini untuk melatih daya imajinasinya.

“Daya imajinasi anak usia dini itu sangat tinggi, sehingga Leonardo Da Vinci mengatakan Anak usia dini adalah seniman di atas seniman,” jelasnya.

Ia melanjutkan, kreativitas anak usia dini sekarang menurun. Hal itu terbukti dari penelitiannya mengirim beberapa mahasiswa untuk mengajar anak usia dini.

“Mereka lebih cenderung mengikuti, seperti saat ditanya kalian pernah melihat burung? Mereka akan mengangkat tangannya, namun ketika disuruh mencontohkan gerakan burung mereka akan diam,” lanjutnya.

Terakhir, ia mengatakan gerakan lebih penting dari pengetahuan, untuk anak usia dini proses lebih mereka butuhkan ketimbang hasil. Gerakan yang mereka keluarkan dengan merasakan tubuhnya bergerak akan lebih bagus untuk mengembangkan imajinasi geraknya.

 “Ketika anak menyadari bagaimana gerakannya, cara anak mengekspresikan gerakan, serta ia harus merasakan gerakan,” tutupnya. (*)

*Reporter: Ratu Fathonah Amalia