Ramah tamah fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (Foto: Ayu-profesi)

PROFESI-UNM.COM – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) helat ramah tamah wisuda periode Juli. Acara ini berlangsung di Sandeq Ballroom A Claro Hotel Makassar, Senin (15/7).

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Suwardi Annas mengatakan bahwa ramah tamah merupakan kegiatan yang rutin. Meskipun memang hal tersebut benar, ramah tamah itu bentuk rasa syukur yang mendalam atas selesainya studi dari mahasiswa.

“Maknanya bisa dikatakan sebagai pelepasan secara resmi dari pihak kampus terkhususnya dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sendiri. You must go to the next level,” ungkapnya.

Lanjut, ia juga menjelaskan alumni lulusan FMIPA menyelesaikan studinya dengan nilai rata-rata 3.40. Ini merupakan hal yang luar biasa. Salah satu hal yang juga patut disyukuri.

“Mahasiswa di fakultas ini banyak yang memiliki prestasi. Maka dari itu bagusnya dan selayaknya alumni kita mampu mempunyai pengaruh yang besar terhadap masyarakat,” ujarnya.

Toga kebesaran akan segera dilepaskan. Selanjutnya tanggung jawab diserahkan seutuhnya kepada bapak dan ibu orang tua masing-masing. Orangtua juga berhak mengambil keputusan terhadap anak mereka.

“Tanggung jawab kami serahkan ke orangtua masing-masing. Ada yang ingin melanjutkan studinya atau bahkan juga ada yang dinikahkan. Itu hak dari orangtua. Yang jelasnya semua alumni cumlaude bebas tes untuk melanjutkan strata-2 di UNM, tepatnya di pascasarjana,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UNM membeberkan kepercayaannya terhadap mahasiswa di fakultas MIPA. Percaya bahwa mahasiswa sudah bisa untuk ada dan mengabdi kepada masyarakat. Dengan membawa bekal dan modal ilmu yang telah didapatkan selama duduk dibangku perkuliahan.

“Jangan puas dengan gelar S1. Sekarang untuk bertarung di dunia kompetitif ini, S1 itu tidak cukup. Jadi yang lulusan cumlaude diperbolehkan masuk tanpa tes di program pascasarjana,” ujar eks Dekan Teknik itu. (*)

*Reporter: Aulia Ayu Aprilia Zabir