foto bersama Baso Jabu (ujung kiri) dan Amirullah (tengah) bersama mahasiswa yang jadi peserta PKM Terjemahan. (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Dosen Pascasarjana yang terhimpun dalam Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang berjudul “PKM Terjemahan Mahasiswa Strategi dan Tantangannya” di Pascasarjana UNM, Selasa (16/7).

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa se-kawasan Indonesia Timur diantaranya dari IAIN Samarinda, UIN Alauddin Makassar, Unismuh Makassar, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), dan UNM.

Ketua Pelaksana PKM Terjemahan, Baso Jabu mengungkapkan tujuan diadakannya PKM Terjemahan ini untuk melatih dan memberi pengetahuan dasar menerjemah bagi mahasiswa.

“PKM Terjemahan ini bertujuan untuk memberi pelatihan dan pengetahuan dasar menerjemah bagi mahasiswa kawasan Indonesia Timur, khususnya mengenai strategi dan tantangan dalam menerjemah di era digital ini,” paparnya.

Amirullah sebagai pembicara dalam pelatihan tersebut mengungkapkan pelatihan ini memberi khasanah tentang strategi penerjemahan dan menyadari tantangan penerjemahan di era disruptif sekarang ini. “Pelatihan ini memberi khasanah dan wawasan kepada mahasiswa agar mampu menerjemahkan teks-teks akademik,” ungkapnya.

Di sisi lain, respon peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat baginya dan memberi wawasan lebih luas tentang penerjemahan. Semua peserta sepakat mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberi wawasan tentang kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi dalam penerjemahan dan bahwa dalam penerjemahan itu harus sesuai dengan struktur, makna yang tersampaikan, serta terjemahan itu harus lazim. (*)

*Reporter: Fikri rahmat utama