(Mahasiswa saling kejar-kejaran di lingkup Fakultas Ekonomi sebelum terjadi pengeroyokan. Gambar ini diambil dari video yang sempat terekam melalui CCTV. Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Berawal dari pesan singkat di group Whats App, dua ketua himpunan di Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Makassar (UNM) bertikai. Keduanya ialah Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Manajemen dan Ketua Hima Akuntansi.

Sehari sebelum Idul Fitri, Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) FE UNM, Dandi bertanya di group WhatsApp LK FE UNM tentang delegasi setiap himpunan yang ingin di utus ke lembaga tingkat fakultas. Namun direspon oleh ketua Himpunan Akuntansi, Awaluddin dengan bahasa yang tidak sopan.

“Kelompok yang mengenai manajemen hubungi saja ketuanya,” tulis Awal saat membalasnya dan mengirimkan kontak Himawan dengan nama Ketua.a Manajemen Tal**oa.

Melihat balasan tersebut, Ketua Hima Manajemen, Himawan merasa tidak senang. Setelah menghubungi langsung Awal dan mendapat respon yang juga kurang bagus, Himawan menemuinya dan memukulnya di lingkup Fakultas Ekonomi, Selasa (25/6) lalu. “Ditau’milah perasaannya laki-laki kalau dikasi begitu,” katanya saat dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (28/6).

Sementara itu, Ketua Hima Akuntansi, Awal mengakui dirinya yang mengirim pesan singkat tersebut. Ia mengatakan salah mengirim nama kontak ke group LK FE UNM.

Ia mengatakan telah meminta maaf dan ingin mengajak Himawan duduk bersama di warung kopi untuk membicarakan dengan baik. Namun, sebelum rencananya dilakukan, Himawan menemuinya di kampus dan memukulnya. “Saya sudah minta maaf dan mau ajak nongkrong di warkop,” imbuhnya.

Setelah kejadian pemukulan tersebut, lembaga kemahasiswaan Fakultas Ekonomi mengambil langkah untuk mendamaikannya. Ia memediasi dua ketua Hima tersebut. Namun belum juga menemui titik terang hingga saat ini.

“Sempat di mediasi sama BEM dan Maperwa fakultas, dan pada saat sudah mediasi, saya turun dari gedung mediasi di situ saya langsung di keroyok,” kata Himawan.

Sementara itu, Presiden BEM FE, Risal mengaku tidak paham dan tidak tahu menahu tentang permasalahan kedua pucuk lembaga tersebut. Sehingga enggan berkomentar saat dihubungi. Sama halnya dengan Ketua Maperwa FE. Hingga saat ini belum ada tanggapan dan konfirmasi yang diberikan. (*)

*Reporter: Wahyudin