Mutiara Mutmainna, Nirwana dan Zulfikar - (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penelitian seputar kendali kapal tanpa awak. “Optimalisasi Koreksi Kesalahan Kapal Tanpa Awak Menggunakan AlgoritmE8 INS (Innertial Navigation System) menjadi salah satu judul Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) berhasil lolos pendanaan tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kemenristek Dikti.

Ketua Tim, Mutiara menjelaskan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meciptakan kendali koreksi kesalahan pada kapal tanpa awak. Pengembangan teknologi kapal tanpa awak sendiri telah banyak berkembang pesat baik pada aspek teknologi motor penggerak, rangka serta kendali.

“Namun teknologi kendali kapal tanpa awak masih menyisahkan banyak permasalahan khususnya untuk teknologi kapal tanpa awak kecepatan tinggi. Pada pengoperasiannya seringkali mengalami gangguan seperti arus, gelombang air yang tidak linier serta perubahan kuantitas dan waktunya menjadi kendala utama. Hal tersebut yang melatarbelakangi kami akhirnya merangcang suatu inovasi” katanya.

Mahasiswa angkatan 2015 ini menuturkan, penelitian ini hanya akan menciptakan kendali posisi kesalahan dengan algoritma INS namun tidak pada pembuatan kapal tanpa awak sendiri. Kapal tanpa awak sendiri merupakan teknologi wahana air canggih yang dibutuhkan untuk pemenuhan kebutuhan baik dalam bidang militer maupun dalam bidang sipil.


Dalam bidang militer, kapal tanpa awak dimanfaatkan untuk keamanan batas wilayah, perang, dan sebagai mata-mata.
Sedangkan pada bidang sipil kapal tanpa awak dimanfaatkan untuk pemantauan kondisi laut, wahana penyelamat korban kecelakaan laut, dan wahana observasi wilayah ekstrim.

“Kami berharap dengan adanya penelitian ini mampu merangsang banyak inovasi dari peneliti-peneliti selanjutnya serta dapat menghasilkan model pengendali yang efektif dalam mengoreksi kesalahan posisi kapal tanpa awak yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” tambahnya.

Adapun penelitian eksakta yang melibatkan tiga mahasiswa PTIK, yaitu Mutiara Mutmainna, Nirwana dan Zulfikar. (*)

*Reporter: Rara Astuti