Suasana peserta UTBK dikampus UNM. (Foto-Ilo profesi)

PROFESI-UNM.COM – Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi) merupakan bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa yang secara ekonomi tidak mampu tapi memiliki potensi akademik yang baik. Bagi calon mahasiswa yang yang memiliki keterbatasan ekonomi dan memliki kemauan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi, Bidikmisi menjadi suatu primadona tersendiri.

Untuk menjadi penerima Bidikmisi sendiri terdapat delapan jalur masuk yang akan dilewati dan di tahun ini, salah satunya seleksi mandiri Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Dilansir dari media inikata.com, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenritekdikti, Ismunandar mengatakan Bidikmisi tahun ini tidak hanya dialokasikan pada (PTN) saja, namun juga PTS termasuk pendidikan vokasi, maupun mahasiswa yang sedang dalam masa aktif studi (ongoing).

Di tahun ini pula kuota penerima Bidikmisi dinaikkan, pada 2018 kuota ada 90.000 mahasiswa dan sekarang menjadi 130.000 mahasiswa di tahun 2019. “Naiknya sekitar 44 persen dari kuota tahun sebelumnya,” ungkap Ismunandar.

Lebih lanjut, Ismunandar mengatakan di tahun sebelumnya hanya diberi satu hari untuk tes masuk sehingga bila ada calon penerima yang berhalangan, maka kesempatannya akan hangus. Namun di tahun ini pendaftar Bidikmisi memiliki kesempatan yang lebih luas pada proses penyeleksian.

“Sekarang tes nya ada 2 hari. Jadi yang berhalangan di hari pertama, bisa ikut tes di pelaksanaan berikutnya,” katanya.


*Reporter: Muhammad Ilham Akbar. B