Ketua Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) UNM, Bakhrani Rauf saat melakukan penyuluhan Soppeng Bebas Ancaman Tinja (SOBAT) di rumah H. Tajuddin selaku Kepala Dusun Wanua Tua, Desa Sering, Sabtu (28/4) (Foto: Doc. Profesi.)

PROFESI-UNM.COM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan membentuk desa binaan di tujuh Kabupaten di Sulawesi Selatan. Kabupaten Barru, Takalar, Bantaeng, Maros, Pangkep, Sidrap, dan Soppeng.

Ketua LP2M, Bahkrani Rauf mengatakan bahwa akan membentuk desa binaan melalui pengabdian terpadu. Pengabdian ini akan dilakukan oleh dosen-dosen dan juga mengikutsertakan mahasiswa.

“Pengabdian terpadu ini dilakukan agar LP2M UNM memiliki desa binaan,” katanya saat ditemui di ruangannya, lantai 10 Menara Pinisi UNM, Selasa (11/6).

Guru besar Bidang Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) ini juga menuturkan bahwa pengabdian ini akan dimulai di Kabupaten Barru pada 22 Juni mendatang. Di kabupaten tersebut ada dua desa yang akan dibentuk jadi desa binaan.

Kemudian pada 23 Juni akan dilanjut di Kabupaten Takalar. Di daerah tersebut juga terdapat dua desa yang akan dijadikan desa binaan.

“Selanjutnya nanti bulan depan kita lanjut di Kabupaten Bantaeng, Maros, Pangkep, Sidrap, dan terakhir di Soppeng,” katanya.

Sasaran dari pengabdian terpadu ini, kata Bakhrani, ialah masyarakat dengan berbagai latar belakang. Ibu rumah tangga, remaja pengangguran, siswa, dan masyarakat secara umum, tergantung dari mitra dalam proposal yang diajukan.

Dalam pengabdian ini, seluruh biaya akan ditanggung oleh pihak UNM. Pemerintah setempat hanya membantu dalam menyediakan tempat dan peserta yang akan diberikan pelatihan.

“Semoga dengan adanya pengabdian terpadu ini bisa lebih mendekatkan UNM dengan masyarakat, sehingga terbentuk desa binaan UNM,” harapnya. (*)

*Reporter: Mutiara