Penyerahan plakat pemateri oleh Pres BEM FIP, M. Awal Septian Nur B kepada pemateri, Panji Mulkillah Ahmad (Foto Ist)

PROFESI-UNM.COM – Panji Mulkillah Ahmad, penulis buku “Kuliah Kok Mahal? (Pengantar Kritis Memahami Privatisasi, Komersialisasi dan Liberalisasi Perguruan Tinggi)” menjadi pemateri pada Intermediate Training Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM). Pada kesempatan tersebut ia mengajak peserta untuk mendiskusikan potret pendidikan di Indonesia.

Alumnus Ilmu Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini menuturkan, pendidikan di Indonesia khususnya pada beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) cenderung berjalan secara privat, komersil dan liberal. Yang mana konsep privatisasi ini membuat PTN beroperasi secara swasta dan mengeser perspektif pendidikan sebagai barang publik bagi seluruh masyarakat, menjadi barang privat yang ditujukan kepada kepentingan individu, pengusaha dan dunia usaha atau dapat diartikan pendidikan sebagai komoditas.

“Privatisasi pendidikan ini dapat membuat tanggung jawab Negara pada perguruan tinggi menjadi kurang karena diswastanisasikan,” tutur panji saat membawakan materinya di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP Pauddikmas) Sulsel, Minggu (21/4).

(Baca juga: Intermediate Training BEM FIP Kaji Potret Pendidikan Indonesia)

Selain membahas privatisasi pada PTN, pria asal Magelang ini juga menerangkan fenomena komersialisasi yang banyak terjadi pada PTN ataupun PTS, Ia pun beranggapan ada usaha menjadikan pendidikan menjadi komersial pada beberapa kampus di Indonesia. Hal tersebut secara perlahan mengikis orientasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan kemunculan orientasi pasar pada kampus akibat privatisasi dan komersialisasi.

“Privatisasi dan komersialisasi ini, yang mana keduanya merupakan bagian dari liberlisasi pendidikan. Akan mengikis yang namanya tri dharma perguruan tinggi,” terangnya.

Sementara itu, Anhar Irawan salah satu peserta Intermediate Training BEM FIP UNM dari jurusan Pendikan Luar Sekolah (PLS) mengatakan diskusi bersama ini sangat menarik. Dirinya mengaku menjadi sadar tentang apa yang terjadi pada pendidikan di Indonesia khususnya pada perguruan tinggi.

“Sangat menarik, saya kemudian dapat melihat potret-potret pendidikan yang terjadi di Indonesia,” akunya.

*Reporter: Muhammad Ilham Akbar. B