100 peserta ikuti technical meeting PMP-OMK XXII di Balai Diklat Desa Makassar, Minggu (21/4). (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar mengadakan Technical Meeting kedua (TM II) Pelatihan Metodologi Penelitian dan Orientasi Manajemen Keorganisasian (PMP-OMK XXII). Kegiatan yang bertema “Manifestasi Generasi Berkarakter, Literasi dan Kompeten melalui Kultur Riset dan Keorganisasian” ini dilaksanakan di Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa, Minggu (21/04/).

Ketua Panitia, Hardianto mengatakan, TM II ini bertujuan untuk menjelaskan kepada peserta mengenai mekanisme PMP-OMK XXII yang akan peserta lalui. Peserta juga mendapatkan pengarahan seputar mekanisme PMP. Setiap peserta akan membuat dua Karya Tulis Ilmiah (KTI) yaitu KTI Non Penelitian sebagai tugas individu dan KTI Penelitian.

“Sebelumnya sebanyak 427 calon peserta PMP-OMK XXII telah mengikuti beberapa tes pada tahap seleksi seperti wawancara, LGD dan tes tulis. Dari 427 calon peserta, terpilih 100 peserta yang dinyatakan lolos ke tahap PMP-OMK XXII,” katanya.

Ia berharap peserta yang berhasil lolos ke tahap PMP-OMK agar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bergabung di LPM Penalaran UNM.

“Jangan dzalimi perjuangan teman-teman kalian yang tidak sampai ke tahap ini, banyak teman kalian yang ingin masuk di penalaran tapi belum dapat kesempatan ini karena penalaran memilih kalian,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum LPM Penalaran UNM, Wahyudin dalam sambutannya juga berharap agar peserta PMP-OMK XXII tidak menyianyiakan kepercayaan yang telah diberikan dan mau berproses dan belajar sampai dilantik menjadi anggota Penalaran. Silahkan lahirkan karya tulis ilmiah pada tahap PMP

“Hari ini kalian resmi menjadi peserta PMP-OMK XXII. Jangan sia-siakan kepercayaan yang telah diberikan kepada kalian, buktikan kalau kalian memang pantas menjadi salah satu dari 100 peserta, buktikan kalau kalian mau belajar dan berproses menjadi anggota penalaran. Nikmati proses selama PMP-OMK XXII,” ucapnya. (*)

*Reporter: Rara Astuti