Enaldi, Mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis FIS UNM dan Wasekjen Ikatan Mahasiswa Administrasi Bisnis Indonesia. Foto: Ist

PROFESI-UNM.COM – Baru-Baru ini Kanal Youtube Watchdoc Image merilis sebuah film Dokumenter dengan durasi 1 jam 30 menit. Dengan narasi sisi Kelam Kekayaan alam Indonesia, sontak menjadi perbincangan seksi khususnya di kalangan Mahasiswa. Sejak opini ini ditulis , film dokumenter tersebut telah ditonton oleh 3,3 juta orang.

Acara nonton bareng dan beda film di kampus mendadak ramai, entah berangkat karena kesadaran untuk menyadarkan atau hanya sekadar ikut-ikutan trand. Intinya setiap orang, lembaga atau instansi masing-masing mempunyai starting point tersendiri. Kisah pilu dan kelam dibalik gemerlapnya Bisnis Tambang Batu Bara dari satu Korporat ke Korporat lain. Ulasan yang disajikan dari film ini sungguh menggugah, elemen yang hadirkan cukup lengkap. mulai dari Korban, Saksi hingga pihak Pemerintah.

Patut kita acungkan jempol, film ini menjadi wadah edukasi untuk semua unsur elemen terkait. Inti sari film tersebut menuai banyak tafsiran, masing-masing kepentingan mempunyai tafsir tersendiri. Misal antara Pemamgku Kebijakan dengan kalangan Mahasiswa .


Serangan telak banyak diluncurkan oleh kawula muda dengan sasaran isu Kapitalisme dan Oligarki Pemerintah, bukan tanpa sebab banyak kalangan menyudutkan Pemerintah karena nama Luhut Binsar Panjaitan banyak dilucuti dan masuk dalam lingkaran pemegang saham mayoritas di Perusahaan Raksasa Tambang Batu Bara yang tak lain adalah Menteri di barisan kabinet Jokowi-JK.

Bukan hanya itu, laga yang tayangkan dalam film dokumenter tersebut juga menggandeng toko yang sedang banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia saat ini. Mereka yang saat ini sedang bertarung untuk menduduki kursi orang nomor satu di Negri ini. Nama Capres-cawapres dan Toko-toko lainnya yang dianggap mempunyai power diindikasikan sedang menjalin hubungan mesra dengan perusahaan-perusahaan raksasa ternama.

Meskipun dalam film tersebut terkesan memojokkan beberapa pihak , dan jika dilihat terus menerus bisa menggiring Opini atau kekuatan perlawanan baru. Secara garis besar pokok permasalahannya berada pada ketegasan implementasi penegakan hukumnya, seperti ada kekuatan besar yang mengebiri.

Harapannya film ini bisa menjadi pemantik untuk melahirkan solusi kongkret terkait dengan segelintir permasalahan Tambang Batu Bara, karena memboikot perusahaan dan memaksa berhenti beroperasi juga bukanlah sebuah solusi

. Penulis melihat ada hal lain yang lebih seksi dari film Sexy Killers ini, momentumnya persis dibabak akhir pertarungan sengit Pilpres. Seperti menyimpan sebuah misteri dan pesan tersirat !! Jangan lupa seruput kopinya ketika menikmati filmnya !! Pantang hukumnya (*)

*Penulis adalah Enaldi, Mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis FIS UNM dan Wasekjen Ikatan Mahasiswa Administrasi Bisnis Indonesia.