Nurwilda saat berfoto bersama dua rekannya dalam ajang National University Debating Championship (NUDC). (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Nurwilda berhasil raih predikat The 1st Best Adjudicator dalam ajang National University Debating Championship (NUDC). Setelah berjuang melawan 40 universitas, ia berhasil mendapatkan gelar tersebut. Ajang yang diadakan oleh Kemenristekdikti ini telah menggelar seleksi wilayah IX (Sulawesi) di UKI Paulus Makassar pada tanggal 9 sampai 11 April lalu.

Wilda, sapaan akrabnya menuturkan, adjudicator itu ada tiga jenis yaitu chair, panel, dan trainee. Awal dari semua itu ada yang dinamakan exhibition yang memilih orang-orang terbaik kemudian dipasangkan dengan adjudicator. Pada momen itu juga adjudicator diakreditasi, sampai pada tingkat apa kompetensi yang dimiliki adjudicator untuk menilai tim-tim yang berkompetisi.

“Saat exhibition, saya jadi panel. Jadi suara saya dipertimbangkan 50% oleh chair. Chair ini yang 100% memegang keputusan penilaian,”tuturnya.

Mahasiswa jurusan matematika tersebut, menyampaikan keberhasilan yang ia capai sekarang tak lepas dari doa dan dukungan orang-orang disekitarnya, terlebih dari orangtua. Selain itu, tak lepas juga dari dukungan senior-senior satu komunitasnya.

“Hari lombanya kan di hari Selasa, dari hari Jumat sampai hari Selasa saya tidak latihan karena sakit dan suara saya parau,” katanya.

Lanjut, ia menuturkan, perasaan senang dan bahagia atas apa yang dicapainya sampai saat ini. Namun dibalik itu, harapan besar muncul dari benak wanita asal Polman tersebut. Berharap dapat menampilkan dan mempersembahkan hasil yang baik bagi kampus oranye tercinta.

“Bahagia bisa lolos di tingkat nasional. Tetapi jadi beban tersendiri juga, bagaimana tampilkan yang terbaik dan lebih maksimal lagi. Satu lagi, semoga desitionku selalu sesuai dengan desitionnya chair,” tutupnya. (*)

*Reporter : Aulia Ayu Aprilia Zabir