Sejumlah peserta tes SBMPTN yang mengikuti tes tulis di kampus UNM. (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Sesuai kebijakan  Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SBMPTN) pada tahun  2019,  persyaratan mendaftar SBMPTN tahun ini diwajibkan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Dikutip dari laman resmi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), UTBK terdiri atas Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang sesuai dengan kelompok ujian setiap peserta ujian.


TPS mengukur kemampuan kognitif, yaitu kemampuan penalaran dan pemahaman umum yang penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi. Kemampuan ini meliputi kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis.


TKA mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan yang diajarkan di sekolah dan diperlukan seseorang agar dapat berhasil dalam menempuh pendidikan tinggi. TKA juga mengukur kemampuan kognitif yang terkait langsung dengan konten mata pelajaran yang dipelajari di sekolah. Penekanan tes pada Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Sementara itu, kelompok ujian terbagi menjadi  dua yaitu Saintek dan Soshum. Kelompok sains dan Teknologi (Saintek) dengan materi ujian TPS dan TKA Saintek (Matematika Saintek, Fisika, Kimia, dan Biologi)Kelompok Ujian Sosial dan Humaniora (Soshum) dengan materi ujian TPS dan TKA Soshum (Matematika Soshum, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi).


Setiap peserta dapat memilih kelompok ujian Saintek dan/atau Soshum. Nantinya, Nilai UTBK akan menjadi syarat wajib untuk mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2019.

Informasi mengenai UTBK 2019  dapat disimak di laman resmi LTMPT, https://ltmpt.ac.id


*Reporter : Nurul Istiqamah