Guru Besar Bahasa Inggris, Syarifuddin Dollah saat menyampaikan orasi ilmiahnya tentang efektifitas pengajaran English For Specific Purpose (ESP) pada era digital di perguruan tinggi (PT). Orasi ini disampaikan pada acara pengukuhan profesor yang berlangsung di Ruang Teater lantai 3, Menara Pinisi, Senin (18/3) - (Foto: Wahyudin - Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Mantan Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), Syarifuddin Dollah meraih gelar guru besar di bidang Pendidikan Bahasa Inggris setelah meneliti masalah efektifitas pengajaran English For Specific Purpose (ESP) pada era digital di perguruan tinggi (PT). Hal ini disampaikan pada acara pengukuhan profesor yang berlangsung di Ruang Teater lantai 3, Menara Pinisi, Senin (18/3).

Syarifuddin menjelaskan pengajaran bahasa Inggris di Indonesia masih kurang optimal, utamanya dalam pembelajaran dalam konsep khusus atau yang dikenal dengan ESP. Ia mengemukakan bahwa masih banyak pengajar ESP yang mengajar secara tidak profesional. Akibatnya, pembelajar memiliki wawasan yang kurang optimal terkait materi pembelajaran.

“Banyak pengajar ESP yang mengajar dengan konsep umum atau berbasis buku teks sebagai satu-satunya sumber belajar, sehingga pengetahuan yang diperoleh pelajar hanya bersumber dari buku,” jelasnya saat memberikan orasi ilmiahnya.

Lebih lanjut, Syarifuddin menekankan bahwa seharusnya pengajaran ESP perlu lebih spesifik sesuai dengan bidang ilmu yang diajarkan. Sehingga, dengan menerapkan konsep dari hasil penelitan yang ditawarkannya dinilai akan dapat mengoptimalisasi pengajaran ESP di era saat ini.

“Pengajaran ESP dapat dioptimalkan dengan beberapa hal yaitu, pembelajaran berbasis konsep learning, content base focus yang berasal dari berbagai sumber, pelatihan bagi calon pelajar ESP dan penilaian autentik,” jelasnya. (*)

*Reporter: Nurul Istiqamah