Presiden BEM UNM, Dwi Resi Hardianto saat berdialog dengan pihak Bawaslu. (Foto: Wahyu)

PROFESI-UNM.COM -Lembaga Kemahasiswaan (LK) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rabu (13/3). Dalam aksinya, LK UNM menuntut agar Bawaslu bersikap netral untuk penyelesaian kasus video Rektor yang dianggap melakukan politik praktis.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dwi Resky Hardianto menegaskan tersebut dalam orasinya, ia mengatakan pihak Bawaslu seharusnya bersih dari intervensi politik. “Kami disini meminta kepada ayahanda pengurus Bawaslu agar tetap bersikap netral, dan tidak diganggu intervensi politik dari pihak manapun,” katanya.

Sementara itu, pihak Bawaslu menjelaskan, pihaknya berada di posisi yang netral terhadap kasus ini. Ia menambahkan, kasus video Rektor yang beredar sudah berada pada tahap investigasi dan pengkajian lebih lanjut oleh pihak Bawaslu.

“Sekali lagi kami dari pihak Bawaslu berada di posisi netral, segala laporan yang masuk sudah kami kaji dan buatkan tim investigasi. Kami juga meminta agar teman-teman mahasiswa untuk aktif mengontrol kasus ini kedepannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dwi menambahkan, akan kembali melakukan kembali aksi susulan apabila hasil dari kasus ini dianggap tidak sesuai dengan UU. “Kami akan melakukan aksi susulan dengan gelombang massa aksi yang lebih banyak dari hari ini,” tambahnya.


Reporter: Muh. Sauki Maulana